• Skip to primary navigation
  • Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
Viva Sulut

Viva Sulut

Suara Rakyat Sulawesi Utara

  • Beranda
  • Pemerintahan
    • Pemprov Sulut
    • DPRD Sulut
  • Daerah
    • Bitung
    • Bolaang Mongondow
    • Bolmong Selatan
    • Bolmong Utara
    • Bolmong Timur
    • Kotamobagu
    • Minahasa
    • Minahasa Selatan
    • Minahasa Tenggara
    • Minahasa Utara
    • Sangihe
    • Sitaro
    • Talaud
    • Tomohon
  • Hukum
  • Lingkungan
  • Isu Global
    • Nasional
    • Internasional
  • Advetorial
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
  • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber

Pastikan Ketersedian Pangan, Senator BAN Liow Kunker di Dinas Pangan Sulut

Februari 23, 2026 by redaksi Tinggalkan Komentar

Manado, VivaSulut – Anggota DPD RI, Stefanus BAN Liow melakukan kunjungan kerja dan pertemuan di Kantor Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (20/2) 2025.

Kunker terkait Pengawasan Pelaksanaan UU tentang Pangan, sekaligus melakukan pengecekan ketersediaan dan keamanan pangan daerah menjelang Perayaan Hari Raya Nyepi, Idul Fitri dan Paskah serta mengantisipasi terjadi bencana.

Senator Stefa diterima Kadis Pangan Daerah Sulut Rahel Ruth Rotinsulu diwakili Sekretaris Dinas Enrico Rawung bersama Kabid, Kepala Seksi dan jajaran fungsional. Ketidakhadiran Kadis karena sementara tugas diluar daerah dan sudah menghubungi langsung Senator Stefa.

Dalam pertemuan tersebut, terdapat beberapa masukkan data dan informasi diantaranya :

A. Cadangan Pangan

1. Posisi cadangan pangan sulut sekarang di warna kuning ke merah. Berdasarkan data sekarang cadangan pangan kira-kira 76.28 ton dari standar seharusnya 89.19 ton sesuai Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pangan.

2. ⁠Cadangan pangan hampir terpenuhi 15 kab/kota, hanya belum mencapai standar minimal.

3. ⁠Ada sejumlah kabupatan yang belum ada cadangan pangan sama sekali.

B. Keamanan Pangan

1. Keamanan pangan menjadi bagian yang penting karena tugas pokoknya untuk menjamin keamanan pangan dengan melakukan pengawasan dari produsen sampai ke pasar tradisional dan pasar-pasar modern khususnya terkait pangan segar asal tumbuhan juga termasuk pangan segar asal daging.

2. ⁠Kendala yang dihadapi ialah terkait dengan kurangnya anggaran untuk pengadaan alat rapid test (uji cepat) untuk menguji kandungan pestisida dan kandungan formalin ada atau tidak. Jika ada indikasi kandungan tersebut harus langsung diajukan pengujian, namun saat ini pngujian dilakukan di Surabaya karena ketiadaan laboratorium pengujian lebih lanjut. dan biaya yg mahal utk pengujian.

3. ⁠Keterbatasan anggaran ini menyebabkan pengujian yang dilakukan juga terbatas sesuai data tahun lalu yakni paket 12 juta untuk 40-70 pcs. Karena keamanan pangan terkait verifikasi aman atau tidak , sehingga jika pengujian hanya dilakukan visual tidak akan efektif. Alat rapid test penting ketika terjun ke lapangan, jadi test dilakukan langsung di lapangan disaksikan oleh masyarakat, sehingga jika ada terindikasi kandungan pestisida, Badan Pangan melakukan test lebih lanjut dan melakukan sosialisasi ke masyarakat secara langsung.

C. Penguatan SDM Kab/Kota

Adanya catatan yang harus ditindaklanjuti terkait keterlambatan kewajiban penyusunan neraca yang harus dilaporkan setiap bulan, keterlambatan ini disebabkan oleh SDM di Kab/Kota yang terbatas dimana 1 orang ASN menjalankan beberapa tugas sekaligus. Untuk itu diperlukan penguatan SDM di Kabupaten/Kota sehingga masalah ini dapat diatasi

D. Pengadaan Mobil untuk GPM

Kebutuhan dari Badan Pangan Daerah Provinsi Sulut terkait pengadaan mobil untuk gerakan pangan murah sebagai salah satu upaya pendistribusian pangan secara merata ke kab/kota yang ada di Provinsi Sulut.

Meresponnya, Senator Stefanus BAN Liow yang didampingi Kasubag Kantor DPD RI Perwakilan Sulut Hadi Firdaus, SH bersama jajaran, mengatakan bahwa sebagai wakil daerah sudah tentu akan menjembatani aspirasi dan kepentingan daerah dipusat. Senator Stefa yang duduk di Komite II dan sebagai Ketua BULD DPD RI mengatakan akan mengawal dua proposal yang telah disampaikan Pemprov Sulut berupa pengadaan laboratorium pangan dan mobil box untuk mendukung GPM. “Saya juga sudah menyampaikan secara lisan dan tertulis kepada Kepala Badan Pangan Nasional,” kata Senator Stefa, seraya berharap ada tindaklanjut dari pusat.

(*/Finda)

Ditempatkan di bawah: Pemprov Sulut

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

Recent Posts

  • Xi Jinping dan Donald Trump Segera Bertemu, Ada Potensi Bisnis dan Skenario ‘Perang’
  • Wawali Rendy Mangkat Hadiri HLM TPID dan TP2ED di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut
  • Cegah Dini Kenakalan Remaja, Kejari Talaud Gelar Program Jaksa Masuk Sekolah
  • Anak Muda Mandolokang Bersatu Galang Donasi untuk Korban Banjir Bandang di Pulau Siau
  • Wabup Ingatkan MBG di Bolmut Harus Memenuhi Gizi

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Februari 2026

Categories

  • Berita Utama
  • Bitung
  • Bolaang Mongondow
  • Bolmong Utara
  • Ekonomi Bisnis
  • Internasional
  • Kotamobagu
  • Minahasa Selatan
  • Minahasa Utara
  • Pemprov Sulut
  • Sangihe
  • Sitaro
  • Talaud

Footer

Design

With an emphasis on typography, white space, and mobile-optimized design, your website will look absolutely breathtaking.

Learn more about design.

Content

Our team will teach you the art of writing audience-focused content that will help you achieve the success you truly deserve.

Learn more about content.

Strategy

We help creative entrepreneurs build their digital business by focusing on three key elements of a successful online platform.

Learn more about strategy.

Copyright © 2026 · Genesis Sample on Genesis Framework · WordPress · Catat masuk