Warga Pulau Bangka Tak Lagi Jalan 7 Km, Pasar Murah Hadir di Lihunu

Minahasa Utara898 Dilihat

Minut, VivaSulut — Warga Desa Lihunu, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, tak perlu lagi berjalan kaki hingga 7 kilometer untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga murah.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Perdagangan menggelar Pasar Murah Bersubsidi khusus wilayah kepulauan di Desa Lihunu, Pulau Bangka, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan ini menjadi angin segar bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan distribusi dan tingginya biaya transportasi untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dinas Perdagangan Minahasa Utara, Max Tapada, mengatakan pasar murah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Pasar murah bersubsidi ini merupakan upaya pemerintah membantu masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan, agar bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dan terjangkau,” kata Tapada.

Menurutnya, Desa Lihunu termasuk salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian pemerintah karena menghadapi tantangan dalam akses pangan.

Kondisi geografis kepulauan membuat biaya distribusi sejumlah komoditas menjadi lebih tinggi dibandingkan wilayah daratan.

Pasar murah tersebut sekaligus menjawab kerinduan masyarakat Lihunu yang sebelumnya harus mendatangi desa lain untuk memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Salah seorang warga, Elias Buhago, mengungkapkan masyarakat Lihunu bahkan pernah rela berjalan kaki sekitar 7 kilometer menuju Desa Kahuku saat kegiatan pasar murah sebelumnya digelar.

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap program subsidi pangan, sekaligus menjadi gambaran tantangan akses kebutuhan pokok yang dihadapi warga di wilayah kepulauan.

Dalam kegiatan kali ini, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga yang relatif terjangkau. Beras premium misalnya, dipasarkan Rp55.500, minyak goreng premium Rp16.000, gula Rp12.000 dan tepung terigu Rp7.500.

Selain itu, tersedia telur Rp50.000, bawang merah Rp30.000, bawang putih Rp25.000, cabai rawit Rp110.000 serta daging ayam Rp30.000.

Tapada mengatakan, program tersebut juga menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

“Selain membantu meningkatkan daya beli masyarakat, kegiatan ini juga untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok dan mendukung pengendalian inflasi daerah,” ujarnya.

Terlebih, sejumlah komoditas mulai mengalami kenaikan harga akibat kondisi musim kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan dan distribusi bahan pangan.

(***/Finda Muhtar)