Dewan Pendidikan Minut Dilantik, Sekda Novly Wowiling Optimistis Berdampak pada Peningkatan Mutu Pendidikan

Minahasa Utara943 Dilihat

Minut, VivaSulut – Dewan Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara periode 2026-2031 resmi dilantik oleh Bupati Minut Joune Ganda yang diwakili Sekretaris Daerah Novly Wowiling.

Lima anggota Dewan Pendidikan Minut yang dilantik berasal dari berbagai latar belakang, yakni akademisi, rohaniawan dan praktisi politik. Mereka adalah Joubert Maramis, Bobby Hamenda, Gerald Tamuntuan, Ivone Lombogia dan Decky Wagey.

Sekda Novly Wowiling mengatakan, Dewan Pendidikan memiliki tantangan besar untuk ikut mendorong peningkatan mutu pendidikan di Minahasa Utara.

Karena itu, keberadaan lembaga tersebut diharapkan tidak berhenti pada fungsi administratif, tetapi mampu menghadirkan gagasan dan solusi berdasarkan kondisi pendidikan di lapangan.

“Ada tantangan yang berat untuk menaikkan rapor pendidikan di Minut. Hal ini perlu didorong lebih kuat lagi dan harus menjadi tantangan semua komponen terkait,” ujar Wowiling.

Menurutnya, Dewan Pendidikan diharapkan menjadi jembatan dialog antara pemerintah, satuan pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi lintas bidang dinilai penting untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan pendidikan.

“Saya optimis gagasan brilian dari Pak Bupati ini akan berbuah manis. Dunia pendidikan, khususnya SD dan SMP, lewat indikator rapor pendidikan akan semakin baik karena semua yang hadir dalam dewan ini sangat mumpuni di bidangnya masing-masing,” katanya.

Wowiling menambahkan, komposisi Dewan Pendidikan yang berasal dari berbagai latar belakang diharapkan membawa pengalaman, perspektif dan gagasan baru dalam pengembangan pendidikan di Minut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Minut Evelin Luntungan mengatakan pembentukan Dewan Pendidikan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Ia berharap Dewan Pendidikan dapat bersinergi dengan Dinas Pendidikan, termasuk turun langsung ke sekolah untuk melihat kondisi dan persoalan pendidikan secara faktual.

“Harapannya Dewan Pendidikan boleh bersinergi memberikan masukan untuk kemajuan pendidikan yang ada di Minut,” ujar Luntungan.

Ia menyebut literasi dan numerasi menjadi dua indikator penting dalam rapor pendidikan yang masih perlu diperkuat. Dinas Pendidikan saat ini juga menjalankan kegiatan gugus belajar di sejumlah satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran.

Anggota Dewan Pendidikan Minut, Joubert Maramis, mengatakan langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun ekosistem pendidikan berbasis data.

Menurutnya, pemetaan harus mencakup berbagai aspek, mulai dari kurikulum, kualitas guru dan murid hingga sarana prasarana. Data tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan persoalan dan solusi yang sesuai dengan kondisi Minut.

“Metodologi cara berpikir harus berbasis dengan data di lapangan. Di dalamnya ada kurikulumnya, gurunya, kualitas muridnya, prasarananya. Ini semua yang akan kita dalami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan,” kata Maramis.

Ia juga berharap kerja sama dapat dibangun dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), untuk memperkuat kontribusi akademik terhadap pembangunan pendidikan di Minut.

Sementara itu, anggota Dewan Pendidikan Minut sekaligus anggota DPRD Minut, Decky Wagey, mengatakan dukungan anggaran menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan anggaran pendidikan yang telah disiapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memajukan pendidikan di Minut. APBD 2027 dalam persiapan untuk pembahasan. Yang pasti untuk anggaran di Dinas Pendidikan Minut kami akan berusaha tertata dengan baik,” pungkas Wagey.

(***/Finda Muhtar)