Tanggerang, VivaSulut – Bupati Minahasa Utara (Minut) sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), DR Joune Ganda, mempromosikan berbagai potensi investasi daerah dalam agenda Business & Partnership Matching Komoditi dan Investasi Daerah pada APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026, Jumat (28/8/2026).
Joune Ganda menjadi salah satu panelis pada sesi Bulding Local Development Strategies to Support Investment bersama Senior Infrastructure Specialist Asian Development Bank (ADB) Kin Wai Chan, OECD Regional Development Policy Committee, Atlantic Canada Opportunity Agency Wade Aucoin, serta Programme Officer and Private Sector Development Specialist SECO, Halil Rahim.
Di hadapan para panelis dan peserta forum, Joune memaparkan sejumlah keunggulan Minahasa Utara yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan melalui investasi, mulai dari pariwisata, perikanan, pertanian hingga industri pengolahan.
Doktor jebolan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini mengatakan, posisi geografis Minahasa Utara menjadi salah satu keunggulan daerah dalam menarik investasi.
Minut berada di antara dua kota utama di Sulawesi Utara, yakni Manado dan Bitung, serta menjadi wilayah yang memiliki akses strategis menuju sejumlah pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata.
“Kalau kita mau ke Manado, maka kita akan berada sebagian di Kabupaten Minahasa Utara karena bandaranya, landasan pacunya itu adalah milik dari Kabupaten Minahasa Utara,” ujar Joune.
Menurutnya, salah satu potensi terbesar Minahasa Utara berada pada sektor pariwisata. Daerah tersebut memiliki sejumlah destinasi prioritas, kawasan pantai, serta pulau-pulau dengan keindahan alam yang dapat dikembangkan menjadi tujuan wisata sekaligus peluang investasi.
“Yang menjadi daya tarik dari Kabupaten Minahasa Utara karena kita ini memiliki pantai yang indah. Beberapa pulau juga kita miliki dengan keindahan yang luar biasa,” katanya.

Potensi wisata Minahasa Utara juga diperkuat dengan keberadaan Pulau Talise yang memiliki keunikan berupa ikan purba coelacanth.
Joune menjelaskan, coelacanth merupakan salah satu jenis ikan purba yang keberadaannya menjadi daya tarik tersendiri karena sebelumnya sempat dinyatakan telah punah.
“Bahkan kita memiliki satu keunikan di mana ada satu pulau di Kabupaten Minahasa Utara, yaitu Pulau Talise, itu memiliki jenis ikan purba yang merupakan penemuan dari satu jenis yang mana sudah dikatakan bahwa itu sudah punah. Jenis ikannya adalah coelacanth,” ungkapnya.
Seiring dengan potensi wisata tersebut, investasi di sektor akomodasi juga mulai berkembang di Minahasa Utara.
Joune mengungkapkan, Minut akan segera melakukan grand opening Hotel Marriott yang disebutnya sebagai hotel bintang lima pertama di Kabupaten Minahasa Utara.
“Sekarang ini di Kabupaten Minahasa Utara kita sudah akan grand opening Hotel Marriott, 5-star hotel pertama yang ada di Kabupaten Minahasa Utara,” ujarnya.
Tidak berhenti di Marriott, pembangunan resort berskala internasional Club Med juga akan hadir di Minahasa Utara.
Joune mengatakan Club Med sebelumnya telah hadir di sejumlah destinasi wisata Indonesia, di antaranya Nusa Dua Bali dan Pulau Bintan.
“Dalam waktu dekat, kita akan dibangun resort berskala internasional yaitu Club Med. Kita tahu bahwa Club Med ini di Indonesia sudah ada di Nusa Dua Bali, kemudian di Pulau Bintan. Nah, next itu akan ada di Kabupaten Minahasa Utara,” katanya.

Selain Marriott dan Club Med, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara juga tengah mengusulkan pembangunan Hotel Sheraton.
Jika seluruh rencana tersebut terealisasi, Minut akan memiliki tiga hotel dan resort berskala bintang lima yang semakin memperkuat posisi daerah sebagai salah satu destinasi investasi pariwisata di Sulawesi Utara.
“Yang ketiga, kita juga sedang propose untuk pembangunan Hotel Sheraton. Sehingga nanti di Kabupaten Minahasa Utara kita memiliki tiga hotel dan resort berskala bintang lima,” ujar Joune.
Tidak hanya sektor pariwisata, Joune turut memaparkan potensi pertanian dan industri pengolahan. Menurutnya, Minahasa Utara memiliki tanah yang subur dan menjadi salah satu kabupaten dengan potensi produksi kelapa terbesar di Sulawesi Utara.
Potensi kelapa tersebut mulai menarik minat investor asing. Joune mengungkapkan, perusahaan asal China telah membangun pabrik di Minahasa Utara, yakni Cotti Coffee.
Menurut Joune, investasi tersebut berkaitan dengan tren pengembangan produk coconut coffee yang membuka peluang baru bagi industri berbasis kelapa.
“Sekarang ini ada perusahaan dari China yang sudah membangun pabrik di sana, yaitu Cotti Coffee. Cotti Coffee ini adalah perusahaan kopi nomor tiga terbesar di dunia, dan mereka membangun di Kabupaten Minahasa Utara karena sekarang lagi tren penjualan yaitu coconut coffee,” jelasnya.
Ia menilai tren tersebut dapat menjadi peluang bagi investor untuk mengembangkan industri pengolahan maupun produksi berbasis kelapa di Minahasa Utara.
Potensi lainnya yang ditawarkan adalah komoditas rempah-rempah. Joune menyebut Minahasa Utara merupakan salah satu sentra produksi spices di Sulawesi Utara.

Menurutnya, keberadaan penerbangan internasional dari Manado menuju sejumlah negara, termasuk Jepang dan China, turut membuka peluang pengembangan komoditas daerah untuk menembus pasar ekspor.
“Beberapa waktu yang lalu karena ada penerbangan dari Manado ke Jepang dan China, ini juga menjadi potensi bagi kita untuk bisa dikembangkan menjadi komoditas untuk bisa diekspor,” katanya.
Joune menegaskan, berbagai potensi tersebut menunjukkan bahwa peluang investasi di Minahasa Utara cukup beragam. Selain pariwisata dan pertanian, sektor perikanan juga menjadi bagian dari potensi yang ditawarkan kepada calon investor.
“Jadi ada potensi dari sisi perikanan, potensi pariwisata, dan kemudian dari pertanian,” pungkasnya.
Agenda Business & Partnership Matching Komoditi dan Investasi Daerah merupakan bagian dari rangkaian AOE 2026 yang berlangsung pada 27-29 Agustus 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang.
AOE 2026 mengusung tema “Jelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batas” dan menjadi ruang bagi pemerintah kabupaten untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama perdagangan dan investasi.
(Finda Muhtar)







