Dibuka Wabup Tendris, Seleksi 170 Bakal Calon Kepala Sekolah di Sangihe Berlangsung Tiga Hari

Sangihe9 Dilihat

Sangihe,VivaSulut—Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah mulai menyeleksi bakal calon kepala sekolah Tahun 2026. Sebanyak 170 peserta dari jenjang TK, SD, dan SMP mengikuti seleksi substansi yang berlangsung selama tiga hari, 26 hingga 28 Agustus 2026, di SMP Negeri 1 Tahuna.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, Rabu (26/8/2026).

Seleksi substansi ini menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menghadirkan pemimpin sekolah yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga mampu membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di wilayah kepulauan.

Para peserta dinilai berdasarkan potensi kepemimpinan serta kompetensi substansi yang berkaitan dengan tugas manajerial, supervisi akademik, kepemimpinan pembelajaran hingga kemampuan dalam mengembangkan sekolah.

Melalui proses tersebut, Pemkab Sangihe menargetkan lahirnya kepala sekolah yang adaptif, inovatif, visioner dan tanggap terhadap perubahan, sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.

“Seleksi ini bukan sekadar memilih siapa yang akan menjadi kepala sekolah, tetapi bagaimana menghadirkan pemimpin pendidikan yang mampu membawa sekolah menjadi lebih baik,”ungkap Wabup.

Selain untuk mengukur kompetensi calon kepala sekolah, seleksi ini juga menjadi langkah Pemkab Sangihe dalam menata kebutuhan organisasi di lingkungan satuan pendidikan. Salah satu sasaran utamanya adalah memastikan tersedianya kepala sekolah definitif yang berkualitas, sehingga dapat menghindari kekosongan jabatan maupun penunjukan pelaksana tugas (Plt) dalam jangka waktu yang panjang.

“Kami berharap proses seleksi ini mampu menghasilkan kepala sekolah yang memiliki kompetensi, integritas dan komitmen kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan,” kata Bulahari.

Dari total 170 peserta, sebanyak 5 orang berasal dari jenjang TK, 96 orang dari SD dan 69 orang dari SMP se-Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Proses seleksi dilaksanakan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) yang berlangsung di ruang laboratorium komputer SMP Negeri 1 Tahuna. Pelaksanaan berbasis komputer tersebut disertai pengawasan guna memastikan proses berjalan objektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. (Nie)