Electrifying Agriculture PLN Bantu Desa Tarabitan Kembangkan Pangan Masa Depan

Ekonomi Bisnis902 Dilihat

Minut, VivaSulut – Konsep pertanian modern berbasis energi listrik mulai dikembangkan di Desa Tarabitan, Kabupaten Minahasa Utara.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN UID Suluttenggo mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi kelistrikan untuk mengembangkan budidaya spirulina sebagai komoditas pangan bernilai ekonomi tinggi.

Program yang mengusung konsep Electrifying Agriculture tersebut menjadi upaya PLN dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, mengatakan pemanfaatan listrik tidak hanya terbatas pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat menjadi penggerak sektor produktif seperti pertanian dan pangan.

“Melalui Electrifying Agriculture, PLN ingin menghadirkan manfaat listrik yang lebih luas. Energi listrik harus mampu menjadi pengungkit produktivitas masyarakat dan menciptakan peluang ekonomi baru,” ujar Usman.

Dalam program tersebut, PLN memberikan pelatihan kepada kelompok budidaya spirulina Desa Tarabitan mulai dari proses produksi, pengolahan hasil panen, hingga strategi pemasaran agar produk mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Ketua Kelompok Spirulina Farm Desa Tarabitan menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN yang dinilai membuka peluang baru bagi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan, pelatihan, dan pendampingan dari PLN. Dengan dukungan listrik yang lebih stabil, proses budidaya menjadi lebih terukur. Pengetahuan yang kami dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Menurutnya, pengembangan spirulina memberikan harapan baru bagi masyarakat karena memiliki nilai ekonomi sekaligus potensi pasar yang semakin berkembang.

Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, mengatakan PLN berkomitmen menjaga keberlanjutan program melalui pendampingan kepada kelompok masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan manfaat jangka panjang. Pendampingan akan terus dilakukan agar kelompok spirulina dapat berkembang dan menjadi usaha produktif yang mandiri,” jelas Revi.

PLN berharap program pengembangan spirulina di Desa Tarabitan dapat menjadi model pengembangan ekonomi hijau berbasis energi bersih yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Melalui kolaborasi bersama masyarakat, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya, PLN terus mendorong lahirnya inovasi lokal yang mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.

(***/Finda Muhtar)