PLN Kebut Pembangunan Listrik Desa di Gorontalo, 4 dari 17 Lokasi Rampung Konstruksi

Ekonomi Bisnis263 Dilihat

Gorontalo, VivaSulut – PT PLN (Persero) mempercepat pembangunan jaringan listrik desa melalui program Anggaran Biaya Tambahan (ABT) 2026 di Provinsi Gorontalo. Dari 17 lokasi yang menjadi sasaran program, empat di antaranya telah menyelesaikan pekerjaan konstruksi, sementara 13 lokasi lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Program yang dilaksanakan melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Gorontalo ini menyasar desa-desa di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Gorontalo sebanyak 14 lokasi, Gorontalo Utara dua lokasi, dan Boalemo satu lokasi.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Wahyu Prasetyo, mengatakan percepatan pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN memperluas pemerataan akses energi hingga ke wilayah pedesaan.

“Listrik adalah jantung dari pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Melalui akselerasi program Lisdes ABT 2026 di Gorontalo ini, PLN berkomitmen hadir hingga ke pelosok desa agar masyarakat di wilayah yang selama ini belum terjangkau dapat segera menikmati akses listrik yang andal,” ungkap Wahyu.

Ia berharap, tersedianya listrik dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.

“Kami optimistis kehadiran energi listrik ini akan membuka banyak peluang baru, memperkuat aktivitas ekonomi lokal, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat setempat,” tambahnya.

Manager UP2K Gorontalo, Nofrianus Majampoh, menjelaskan bahwa tim di lapangan terus mengintensifkan pekerjaan untuk mengejar target penyelesaian seluruh lokasi.

“Kami berfokus melakukan percepatan penarikan jaringan dan pemasangan infrastruktur kelistrikan di 13 lokasi sisa secara paralel. Koordinasi di lapangan terus kami intensifkan agar seluruh kendala teknis dapat teratasi dengan cepat, sehingga masyarakat desa bisa segera menikmati listrik terang,” ujar Nofrianus.

Dari sisi pembangunan fisik, PLN telah mendirikan 336 batang tiang dari total target 963 batang. Pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) mencapai 1,555 kilometer sirkit (kms) dari target 24,65 kms, sedangkan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) terealisasi 5,06 kms dari target 29,99 kms.

Sementara itu, kapasitas gardu distribusi yang telah terpasang mencapai 100 kiloVolt Ampere (kVA) dari total rencana 1.050 kVA.

PLN menyebut dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo turut berperan dalam kelancaran pembangunan. Sinergi dengan pemerintah daerah diperlukan untuk mendukung proses perizinan, penyiapan jalur jaringan atau Right of Way (ROW), serta mobilisasi material ke lokasi pekerjaan.

Pemantauan dan evaluasi juga dilakukan secara berkala untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target, dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan dan keselamatan kerja.

Di sisi lain, PLN mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan jaringan listrik, termasuk memperhatikan pohon atau tanaman yang berpotensi menyentuh jaringan. Dukungan warga dalam penataan jalur jaringan dinilai penting untuk mencegah gangguan dan menjaga keselamatan ketenagalistrikan.

Melalui program Lisdes ABT 2026, PLN menargetkan semakin banyak masyarakat di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik dapat menikmati layanan kelistrikan. Pemerataan akses energi ini diharapkan menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga di pelosok Gorontalo.

(***/Finda Muhtar)