PLN Kucurkan Bantuan TJSL untuk Wisata Danau Paisupok, Hadirkan Perahu Listrik hingga Kios UMK

Ekonomi Bisnis1150 Dilihat

Banggai Kepulauan, VivaSulut – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendukung pengembangan kawasan wisata dan pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Desa Luk Panenteng, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

Program PLN Peduli yang direalisasikan melalui PLN UP3 Luwuk ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81.

Bantuan tersebut difokuskan pada pengembangan fasilitas wisata, penyediaan infrastruktur ramah lingkungan, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi pariwisata lokal.

Desa Luk Panenteng merupakan salah satu kawasan yang memiliki daya tarik wisata unggulan, terutama keberadaan Danau Paisupok yang dikenal dengan kejernihan airnya hingga mampu memperlihatkan dasar perairan.

Keindahan danau tersebut semakin dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, pengembangan kawasan wisata masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan fasilitas pendukung hingga kebutuhan peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PLN menghadirkan sejumlah fasilitas, di antaranya dua unit penanda masuk desa, dua unit gerbang masuk (entrance gate), jalan titian, serta dua set lampu hias untuk mempercantik kawasan wisata.

PLN juga menyediakan satu paket Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU), fasilitas ticketing, serta satu unit perahu listrik sebagai sarana transportasi wisata yang lebih ramah lingkungan.

Dukungan lainnya berupa pembangunan satu unit kios kuliner untuk menampung dan memasarkan produk UMK lokal. Program ini turut dilengkapi pelatihan pemeliharaan dan pengelolaan kawasan wisata bagi masyarakat setempat.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Wahyu Prasetyo, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan listrik, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan pengembangan potensi daerah.

“Melalui momentum Hari Listrik Nasional ke-81 ini, PT PLN (Persero) UID Suluttenggo merealisasikan dukungan pengembangan kawasan wisata di Desa Luk Panenteng. Kami berharap bantuan ini dapat menjawab tantangan penyediaan sarana prasarana yang representatif, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi ramah lingkungan seperti perahu listrik dan SPLU sebagai wujud komitmen kita terhadap pariwisata hijau (green tourism),” ungkap Wahyu.

Ia menjelaskan, program tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Wahyu juga berharap seluruh fasilitas yang telah diberikan dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sehingga Desa Luk Panenteng berpeluang menjadi contoh pengembangan desa wisata berbasis energi bersih.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, mengatakan program TJSL tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kemampuan sumber daya manusia.

Menurutnya, pelatihan pengelolaan kawasan wisata diberikan agar masyarakat memiliki keterampilan dalam merawat fasilitas, mengelola destinasi, serta memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan.

Dukungan PLN tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan. Perwakilan Pemkab Banggai Kepulauan, Tommy B. Luasusun, S.H., M.A.P., menilai bantuan tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PLN atas dukungan melalui program TJSL ini. Bantuan infrastruktur dan pemberdayaan UMK ini sangat bermanfaat dalam menunjang kemajuan Desa Luk Panenteng. Besar harapan kami fasilitas ini dikelola secara optimal oleh masyarakat guna meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Tommy.

Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, pengembangan kawasan Danau Paisupok diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga.

Kehadiran fasilitas pendukung, transportasi listrik, dan kios UMK diharapkan menjadi bagian dari upaya menjadikan potensi wisata Banggai Kepulauan semakin berkembang dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan lingkungan.

(***/Finda Muhtar)