BOLTARA, VIVASULUT.ID – Para petani di seluruh wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) meluapkan kemarahan dan kekecewaan mendalam atas penyaluran bantuan bibit jagung yang dinilai berantakan, tidak adil, dan memprihatinkan. Kamis, (01/10/2026).
Bukan sekadar kurang merata, bibit yang dibagikan ternyata bermacam-macam merek, tidak seragam sama sekali. Ada kelompok tani yang mendapat satu jenis, kelompok lain menerima merek berbeda, tanpa kejelasan apa pun dari pihak pemda.
“Ini sangat merugikan kami! Bagaimana kami bisa menanam dan mengharapkan hasil yang baik kalau bibitnya campur aduk, kualitasnya tidak sama? Ada yang ini, ada yang itu — pemda kira kami ini main-main?” tegas salah satu perwakilan petani dengan nada tinggi.
Para petani menegaskan: setiap merek bibit memiliki sifat, ketahanan, masa tanam, hingga potensi hasil yang berbeda. Perbedaan ini bukan hal sepele — bisa berujung pada gagal panen, kerugian materiil, hingga hilangnya kepercayaan terhadap pemerintah daerah.
Masyarakat mempertanyakan: Apakah pengadaan dan penyaluran bibit ini dilakukan tanpa perencanaan matang? Atau ada hal lain di balik ketidakkonsistenan ini?
Di saat yang sama, Aditya Pontoh baru saja menerima Nota Dinas sebagai Pelaksana Tugas Bupati Boltara. Para petani menuntut kepemimpinan yang baru ini tidak diam saja, tidak menutup mata, dan segera turun tangan menyelesaikan masalah ini secara transparan.
“Jangan biarkan bantuan yang seharusnya meringankan beban kami malah menjadi bencana. Kami minta penjelasan, perbaikan, dan jaminan bibit yang seragam dan berkualitas. Kalau tidak, jangan harap kami diam saja!” tegas para petani.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan sedikit pun dari pihak Dinas Pertanian maupun Pemerintah Kabupaten Boltara.
Frans Ali









