Sangihe,VivaSulut — Kebakaran yang masih terjadi di kawasan Gunung Awu memasuki hari keempat. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe pun mengambil langkah cepat dengan turun langsung meninjau titik-titik api yang masih terpantau, Selasa (8/9/2026).
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sangihe, Plt Sekda Sangihe Johanis Pilat serta pimpinan OPD teknis menyusuri kawasan Gunung Awu melalui jalur Kelurahan Kolongan Beha Baru, Kecamatan Tahuna Barat.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus mengupayakan pemadaman pada titik api yang masih dapat dijangkau.
Bupati mengatakan, upaya penanganan dilakukan bersama relawan dan pihak terkait dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang tersedia di daerah.
Menurutnya, penanganan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kepedulian bersama untuk menjaga kelestarian hutan dan kawasan pegunungan di Sangihe.
“Apa yang kita lakukan hari ini demi menjaga hutan kita, gunung kita, dan semoga kegiatan ini diberkati oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya.
Terkait penanganan kebakaran, Thungari mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Gubernur Sulawesi Utara.
Namun, di tengah kondisi bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, Pemkab Sangihe memilih terlebih dahulu mengoptimalkan kekuatan yang tersedia di daerah.
“Iya, saya sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur. Tetapi kita tahu Indonesia sekarang sedang dilanda bencana nasional hampir di semua tempat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, apabila kebakaran semakin meluas dan membutuhkan dukungan lebih besar, pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan meminta bantuan kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
“Saat ini kita mencoba dulu dengan kekuatan kita sendiri. Tentunya kalau masalah ini lebih besar, baru kita meminta pertolongan ke pemerintah yang lebih di atas,” jelasnya.
Di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya potensi kebakaran, Pemkab Sangihe juga mengambil langkah pencegahan dengan berencana menutup sementara aktivitas pendakian Gunung Awu.
Penutupan dilakukan hingga kondisi kawasan dinyatakan aman. Bupati meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama penggunaan api di kawasan rawan.
“Hati-hati dalam membakar sesuatu, karena peristiwa ini bisa saja juga terjadi karena ulah kita manusia,” imbaunya.
Thungari juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai kondisi kebakaran.
Ia meminta masyarakat menjadikan informasi resmi pemerintah daerah sebagai rujukan agar tidak terpengaruh kabar bohong atau hoaks.
“Pendakian ke Gunung Awu mungkin sementara ini akan kita tutup sampai dengan proses ini selesai. Selama musim kemarau ini diharapkan kita tidak lagi akan mendaki ke Gunung Awu,” pungkasnya. (Nie)









