Jembatan Perintis Garuda Dibangun, Puluhan KK di Kokoleh Satu Tak Lagi Terisolasi

Minut, VivaSulut – Penantian puluhan keluarga di Desa Kokoleh Satu, Kecamatan Likupang Selatan, Minahasa Utara, untuk memiliki akses penyeberangan yang aman akhirnya terwujud.

Jembatan Perintis Garuda kini menjadi akses penting bagi sekitar 70 hingga 80 kepala keluarga (KK) yang sebelumnya harus menyeberangi sungai menggunakan sarana seadanya atau memutar melalui jalur yang lebih jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Jembatan tersebut menggantikan infrastruktur lama yang merupakan peninggalan zaman Belanda dan telah mengalami kerusakan parah sehingga tidak lagi layak digunakan.

Bupati Minahasa Utara Joune Ganda mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan dasar warga.

“Jembatan ini sudah lama ada sejak zaman Belanda, lalu rusak. Kondisi itu sangat berbahaya dan menyulitkan aktivitas warga. Pembangunan ini menjadi contoh bahwa kepentingan masyarakat adalah tujuan utama kami,” ujar Joune saat meninjau lokasi penyeberangan, Rabu (2/9/2026).

Pemkab Minut turut mengapresiasi dukungan jajaran TNI, mulai dari Kodim Bitung-Minahasa Utara, Korem 131/Santiago hingga Kodam XIII/Merdeka yang terlibat dalam memastikan pembangunan jembatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan dukungan teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), jembatan tersebut dibangun dengan konstruksi yang disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas warga.

Jembatan Perintis Garuda memiliki kapasitas beban maksimal 1 ton atau dapat dilalui maksimal 25 orang dalam satu waktu. Karena itu, masyarakat diminta memanfaatkan jembatan sesuai fungsi dan kapasitas yang telah ditetapkan.

Joune mengingatkan agar jembatan tersebut digunakan sebagai fasilitas perlintasan dan mobilitas warga, bukan sebagai tempat berkumpul atau bersantai.

Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Kepatuhan terhadap kapasitas dan aturan penggunaan jembatan menjadi bagian penting untuk menjaga usia pakai infrastruktur ini,” ujarnya.

Dengan berfungsinya Jembatan Perintis Garuda, akses warga Kokoleh Satu diharapkan menjadi lebih aman dan mudah, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi maupun kebutuhan sehari-hari masyarakat.

(***/Finda Muhtar)

Berita Terbaru