Tanggerang, VivaSulut – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) berhasil meraih penghargaan Best Investment Promotion Category dalam APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 yang resmi ditutup, Sabtu (29/8/2026) di ICE BSD, Kabupaten Tangerang.
Minut menjadi salah satu dari dua kabupaten yang ditetapkan sebagai pemenang kategori tersebut, bersama Kabupaten Klungkung.
Penghargaan ini menjadi salah satu capaian Minahasa Utara dalam ajang AOE 2026, sekaligus memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu kabupaten yang aktif menawarkan potensi dan peluang investasi kepada dunia usaha.
AOE 2026 menjadi ruang bagi pemerintah kabupaten untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah, mulai dari komoditas unggulan, produk lokal, pariwisata hingga peluang investasi.

Minahasa Utara tampil dengan membawa beragam potensi daerah, termasuk sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, perikanan, industri pengolahan serta produk-produk IKM.
Dalam rangkaian AOE 2026, Bupati Minahasa Utara sekaligus Sekretaris Jenderal APKASI, Joune Ganda, aktif membawa agenda investasi daerah melalui sejumlah forum, termasuk business matching dan workshop yang mempertemukan pemerintah daerah dengan calon investor maupun lembaga pembiayaan.
Joune Ganda memaparkan dua proyek prioritas Minut dengan total nilai investasi sekitar Rp125 miliar, yakni Eco Resort and Homestay Likupang senilai Rp45 miliar dan Pabrik Kelapa Terpadu “Minut Coconut Valley” di Kauditan senilai Rp80 miliar.

Eco Resort and Homestay Likupang diarahkan untuk mendukung pengembangan Likupang sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sekaligus KEK Pariwisata.
Proyek tersebut diproyeksikan membuka sekitar 500 lapangan kerja baru dan dilengkapi program pelatihan bagi 200 warga lokal untuk menjadi pemandu wisata, chef dan barista profesional.
Sementara Minut Coconut Valley dirancang mengolah kelapa lokal menjadi produk bernilai tambah yang siap menembus pasar ekspor, khususnya Jepang dan Korea Selatan.
Proyek tersebut ditargetkan melibatkan sekitar 1.000 petani kelapa dan mendorong kenaikan harga kelapa hingga sekitar 30 persen. Petani tidak hanya ditempatkan sebagai pemasok bahan mentah, tetapi didorong masuk dalam rantai nilai komoditas hingga produk ekspor.

Selain membawa proyek investasi, Minut juga memperkenalkan kekayaan pariwisata dan komoditas daerah kepada jejaring internasional yang hadir di AOE 2026.
Joune menyebut sejumlah perwakilan negara dan lembaga internasional hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut, di antaranya Pakistan, India, Chile, Australia dan World Bank.
Di sisi promosi produk lokal, Ketua Dekranasda Minut Rizya Ganda bersama jajaran perangkat daerah aktif memperkenalkan produk IKM Minut kepada para pengunjung stand, termasuk pejabat dan calon mitra dari berbagai negara.
Prestasi Minut tersebut diumumkan dalam agenda penutupan AOE 2026 yang menjadi puncak rangkaian expo APKASI.
Ketua Umum APKASI yang juga Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, mengatakan pelaksanaan AOE dari tahun ke tahun semakin ramai dan semakin banyak pemerintah daerah yang ikut mempromosikan produk unggulan masing-masing.

Namun, Bursah mengingatkan bahwa peningkatan jumlah peserta dan kemeriahan expo harus diikuti dengan peningkatan nilai transaksi dan dampak ekonomi yang lebih nyata bagi daerah.
“Acara kita ini belum menghasilkan nilai ekonomi yang cukup tinggi, yang mestinya dari hari ke hari ada optimasi transaksi,” ujar Bursah dalam sambutan penutupan.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan produk daerah yang sangat beragam, mulai dari pertanian, perkebunan hingga berbagai komoditas yang memiliki potensi untuk diperjualbelikan dan ditransaksikan.
Ia menilai kekayaan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kemampuan fiskal sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
Bursah juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi dari daerah dan desa. Menurutnya, potensi yang dimiliki setiap daerah harus mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, penghargaan Best Investment Promotion yang diraih Minut menjadi capaian yang relevan.
Sebab, selain mempromosikan produk dan potensi daerah, Minut datang dengan menawarkan proyek investasi konkret senilai sekitar Rp125 miliar.
Berikut daftar penghargaan AOE 2026:
The Most Medium Category:
- Kabupaten Sorong
- Kabupaten Tanggamus
- Kabupaten Tabanan
- Kabupaten Tabalong
Best Investment Promotion Category:
- Kabupaten Minahasa Utara
- Kabupaten Klungkung
Best Trade Promotion Category:
- Kabupaten Halmahera Selatan
- Kabupaten Empat Lawang
- Kabupaten Situbondo
- Kabupaten Ogan Ilir
The Most Interactive Category:
- Kabupaten Tanah Bumbu
- Kabupaten Malinau
- Kabupaten Sigi
- Kabupaten Sumbawa Barat
- Kabupaten Morowali
Best Stand Design Category:
- Kabupaten Ogan Komering Ulu
- Kabupaten Lampung Selatan
- Kabupaten Lahat
- PT Pupuk Kaltim Industry
Best Innovation Category:
- Kabupaten Banyuwangi
- Kabupaten Tarakan
- Kabupaten Batang
Best Service and Hospitality Category:
- Kabupaten Berau
- Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu
- Kabupaten Banjar
- Kabupaten Kolaka
- Badan Pengelola Dana Perkebunan
Best Local Branding Category:
- Kabupaten Banggai
- Kabupaten Bandung
- Kabupaten Mimika
Juara Favorit: Kabupaten Tangerang
Juara Umum: Kabupaten Lahat

Adapun APKASI Otonomi Expo 2026 dihadiri pimpinan daerah dan perangkat, para investor, pelaku usaha, rekan-rekan media, eksibitor, serta para pengunjung APKASI Otonomi Expo.
Pameran tahun ini diikuti sebanyak 211 stan pameran, yang terdiri dari 95 pemerintah kabupaten dari seluruh Indonesia, 6 dari kementerian/lembaga negara, 6 stand dari BUMN, 24 dari kalangan swasta serta pelaku UMKM binaan daerah.
Masing-masing telah menampilkan komoditas unggulan, inovasi digitalisasi, pariwisata daerah, serta peluang investasi yang sangat prospektif.
Adapun statistik pengunjung, berdasarkan data registrasi pelaksanaan di lapangan, total kunjungan selama tiga hari ini mencapai lebih kurang 10.000 pengunjung, baik dari kalangan masyarakat umum, aparatur pemerintah, akademisi, hingga delegasi bisnis internasional.
Mengenai pelaksanaan side event, selain pameran fisik, panitia sukses menyelenggarakan rangkaian acara pendukung APKASI Otonomi Expo, seperti misalnya Business Matching komoditas, Forum Kerjasama Perdagangan Antardaerah, Workshop “Road to Export” bersama IDSC, Workshop Peningkatan Kapasitas Daerah bersama OECD, Workshop tentang Pengadaan Barang dan Jasa bersama LKPP, Workshop bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Pertunjukan seni dan budaya Nusantara dari berbagai kabupaten seluruh Indonesia, Kompetisi stan terbaik, Wastra Nusantara, dan kompetisi video kreatif potensi daerah.
Di sisi lain, AOE 2026, mencatat total transaksi selama pameran, sebesar Rp12 miliar.
(Finda Muhtar)











