Dari OECD, Jejaring World Bank hingga Investor Korsel, Joune-Rizya Ganda Bawa Potensi Minut ke Panggung Internasional

Minahasa Utara2751 Dilihat

Tanggerang, VivaSulut – Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda, bersama Ketua Dekranasda Minut, Rizya Ganda, memanfaatkan APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 untuk membawa potensi daerah ke jejaring internasional.

Keduanya bergerak pada lini yang berbeda namun saling melengkapi. Joune membawa agenda investasi dan potensi strategis Minahasa Utara dalam berbagai forum, sementara Rizya aktif memperkenalkan produk lokal dan potensi industri kecil dan menengah (IKM) kepada para tamu yang datang ke stand Minut.

Salah satu momen terlihat ketika Joune secara langsung memperkenalkan produk pangan lokal Minut kepada perwakilan OECD Centre for Entrepreneurship, SMEs, Regions and Cities yang mengunjungi stand Minahasa Utara.

OECD Centre tersebut merupakan bagian dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang berfokus pada pengembangan kewirausahaan, usaha kecil dan menengah, pembangunan wilayah dan kota, penciptaan lapangan kerja lokal serta kebijakan pariwisata.

Di hadapan perwakilan OECD, Joune memperkenalkan sejumlah produk pangan khas Minut, termasuk olahan berbahan kacang kenari yang menurutnya merupakan bagian dari kearifan lokal daerah.

“Kacang kenari ini merupakan sesuatu yang unik. Memang sekarang ini sudah tidak banyak di Kabupaten Minahasa Utara, tetapi ini juga menjadi program kita untuk bisa mengangkat kacang kenari ini menjadi bagian dari kearifan lokal yang ada di Minahasa Utara,” ujar Joune.

Menurutnya, kenari digunakan dalam berbagai olahan kue khas Minahasa Utara. Perpaduan bahan tersebut dengan resep tradisional menghasilkan kuliner yang memiliki karakter tersendiri dan berpotensi menjadi bagian dari daya tarik wisata daerah.

“Saya sering mempromosikan kepada para pengunjung, khususnya agar mereka tahu bahwa di Minahasa Utara ini kita juga memiliki kearifan lokal berupa kue-kue yang ada kenarinya,” katanya.

Joune menilai kuliner khas daerah memiliki kaitan erat dengan pengembangan pariwisata. Makanan khas dan oleh-oleh menjadi bagian dari pendukung pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Kalau kita bicara pariwisata, maka kita juga harus berbicara tentang supporting dari pariwisata itu sendiri, termasuk di dalamnya bagaimana kita menyediakan oleh-oleh, makanan khas, kue-kue khas,” jelasnya.

Di sisi lain, Rizya Ganda aktif menjalankan perannya sebagai Ketua Dekranasda Minut dengan mempromosikan produk-produk lokal secara langsung kepada pengunjung.

Didampingi Kepala Dinas Perindustrian Minut, Agnes Tumangkeng, Rizya terlihat menjelaskan potensi berbagai produk IKM Minut kepada sejumlah pejabat, tamu dan calon mitra yang datang ke stand.

Pantauan VivaSulut di lokasi AOE 2026, Rizya juga terlihat berbincang dengan pihak dari Korea Selatan yang menunjukkan ketertarikan terhadap peluang kerja sama dengan Minahasa Utara.

Komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses produk dan pelaku IKM Minut ke pasar yang lebih luas.

Joune menjelaskan, komunikasi dengan pihak Korea Selatan sebelumnya juga membahas peluang kerja sama di bidang kecantikan dan kerajinan.

Menurutnya, pihak Korea memiliki jejaring di bidang kecantikan yang dapat membuka akses komunikasi dengan tenaga profesional dan pelaku usaha di sektor tersebut.

Di sisi lain, peluang pemasaran kerajinan khas Minut ke Korea Selatan juga mulai dijajaki, salah satunya produk berbahan batok kelapa.

“Mereka mau coba untuk kerajinan UMKM kita untuk bisa dijual atau bisa dipasarkan di Korea Selatan. Kita punya keunikan-keunikan, misalnya dari bahan batok kelapa,” ujar Joune.

Kerja sama tersebut, kata Joune, bahkan dapat berkembang pada penyediaan bahan baku dari Minahasa Utara, sementara proses pengembangan dan kreativitas produk dilakukan oleh mitra di Korea Selatan.

“Mungkin mereka kreativitasnya dari mereka, mereka butuh bahan bakunya dari kita. Nah, itu yang kita suplai,” katanya.

Jejaring internasional yang hadir di AOE 2026 juga tidak berhenti pada Korea Selatan.

Joune menyebut perwakilan sejumlah negara dan lembaga internasional turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut, di antaranya Pakistan, India, Chile dan Australia. World Bank juga disebut hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kemarin bisa dilihat perwakilan dari duta-duta besar juga hadir. Datang ke sini juga ada dari Pakistan, dari India, kemudian dari Chili, ada dari World Bank juga. Dan ini dari Australia juga,” kata Joune.

Menurut Joune, kehadiran perwakilan negara dan lembaga internasional tersebut menjadi kesempatan bagi Minahasa Utara untuk menunjukkan bahwa potensi investasi juga tersedia di tingkat kabupaten.

“Ini akan lebih membuka wawasan mereka bahwa di daerah atau di kabupaten itu, termasuk Minahasa Utara, memiliki peluang untuk bisa mereka berinvestasi,” ujarnya.

AOE 2026 berlangsung pada 27-29 Agustus 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, dengan mengusung tema “Jelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batas”.

(Finda Muhtar)