Hari Kedua AOE 2026, Joune Ganda Siapkan Skema Investasi Libatkan BUMD dan Masyarakat Minut

Minahasa Utara1107 Dilihat

Tanggerang, VivaSulut – Memasuki hari kedua pelaksanaan APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) tengah mempersiapkan sejumlah potensi daerah yang akan ditawarkan kepada calon investor dalam agenda Business & Partnership Matching Komoditi dan Investasi Daerah, Jumat (28/8/2026).

Bupati Minahasa Utara sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Joune Ganda, mengatakan Business Matching menjadi salah satu momentum penting untuk mempertemukan potensi daerah dengan calon investor.

Karena itu, ia telah meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menyiapkan berbagai informasi mengenai potensi investasi yang dimiliki Minahasa Utara.

“Business matching ini mempertemukan potensi yang ada di masing-masing kabupaten dengan calon investor. Makanya saya juga memerintahkan kepada OPD, dinas terkait, untuk menyiapkan semua informasi. Informasi-informasi ini kita tawarkan kepada investor,” ujar Joune kepada VivaSulut.

Sejumlah sektor akan menjadi bagian dari potensi yang dipersiapkan untuk ditawarkan, di antaranya pariwisata, pertanian serta kuliner dan produk olahan khas Minahasa Utara.

Selain menawarkan potensi daerah, Joune juga menyiapkan skema investasi yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia membuka peluang kerja sama antara badan usaha milik daerah (BUMD) dengan investor maupun pola tripartit yang melibatkan BUMD, investor serta petani atau pemilik lahan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam skema investasi penting untuk menciptakan rasa aman bagi investor sekaligus memastikan masyarakat tidak hanya menjadi penerima dampak, tetapi ikut memperoleh manfaat dari investasi yang masuk.

“Kalau hanya investor sendiri, mungkin ada kekhawatiran apakah masyarakat akan support. Tapi kalau ada masyarakat di situ, mereka akan lebih nyaman karena masyarakat juga akan menjadi bagian yang ikut menerima manfaatnya,” ujarnya.

Produk olahan pangan dan kerajinan tangan dari kelapa.(foto: VivaSulut)
Sekjend APKASI sekaligus Bupati Minut Joune Ganda bersama pimpinan OPD Pemkab Minut, pada hari kedua pelaksanaan kegiatan APKASI Otonomi Expo 2026 di ICE BSD Tanggerang, Jumat (28/8/2026).(foto: VivaSulut)

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Minahasa Utara, Agnes Tumangkeng, mengatakan pihaknya juga tengah menyiapkan berbagai produk untuk ditampilkan dalam agenda Business & Partnership Matching.

Produk yang akan dibawa antara lain sampel komoditas turunan kelapa, tepung, VOC, makanan ringan serta kerajinan tangan.

Berbagai produk tersebut disiapkan untuk memperkenalkan potensi industri dan komoditas Minahasa Utara kepada calon mitra maupun investor yang akan hadir dalam agenda tersebut.

Agenda Business & Partnership Matching Komoditi dan Investasi Daerah tersebut merupakan bagian dari rangkaian AOE 2026 yang berlangsung pada 27-29 Agustus 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang.

AOE 2026 mengusung tema “Jelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batas” dan menjadi ruang bagi pemerintah kabupaten untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama perdagangan dan investasi.

(Finda Muhtar)