HUT ke-81 RI di Sangihe Berlangsung Khidmat, Bupati Michael Ungkap Target Seluruh Desa Terlayani Listrik 2028

Sangihe77 Dilihat

Sangihe,VivaSulut Upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kepulauan Sangihe berlangsung khidmat dan lancar.

Upacara yang digelar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe di Lapangan Gelora Santiago Kecamatan Tahuna Timur, Senin (17/8/2026), menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat kemerdekaan sekaligus menyampaikan sejumlah capaian dan target pembangunan daerah.

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan upacara, khususnya kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan para pelatih yang telah menjalankan tugas dengan baik.

“Saya sangat bersyukur upacara pengibaran bendera Merah Putih berhasil dengan baik dan berjalan lancar. Semua berkat kerja sama Paskibraka dan teman-teman pelatih dalam melaksanakan tugas dengan baik,” ujar Bupati saat diwawancarai usai upacara.

Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan RI bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam memeriahkan hari kemerdekaan.

Pada momentum HUT ke-81 RI, Bupati juga mengungkapkan perkembangan elektrifikasi di wilayah kepulauan Sangihe. Melalui koordinasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan PLN Suluttenggo tahun ini dua desa di wilayah kepulauan, yakni Beng Laut dan Bebalang, telah mendapatkan layanan listrik 24 jam.

Sebelumnya, layanan listrik 24 jam telah dinikmati masyarakat di Desa Nanedakele, Lipang dan Laotongan. Dengan demikian, saat ini sudah terdapat lima desa kepulauan yang telah menikmati listrik 24 jam.

Meski demikian, pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah. Bupati menyebut masih terdapat delapan desa yang belum menikmati listrik selama 24 jam serta enam desa yang hingga kini belum mendapatkan layanan listrik sama sekali.

Pemkab Sangihe menargetkan seluruh wilayah tersebut dapat terlayani listrik hingga tahun 2028.

Bupati juga menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat. Sebagai daerah kepulauan dan wilayah perbatasan, konektivitas menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat.

“Negara Republik Indonesia sudah memberikan banyak untuk daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe selama puluhan tahun. Kita tahu daerah ini 90 persen bergantung pada pemerintah pusat,” ungkapnya.

Menurut Bupati, dukungan tersebut antara lain terlihat melalui keberadaan kapal-kapal perintis yang menjaga konektivitas antarpulau, serta dukungan transportasi udara dan berbagai sektor pembangunan lainnya.

Meski memiliki keterbatasan geografis, pemerintah daerah memastikan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas.

“Kami senantiasa memberikan prioritas di setiap bagian dan semoga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa kita laksanakan,” ujarnya.

Di sisi lain, Bupati turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Pasalnya, wilayah Sangihe telah mengalami kondisi tanpa hujan selama sekitar satu bulan. Kondisi tersebut telah menyebabkan sedikitnya empat kasus kebakaran.

Pemerintah daerah, kata Bupati, telah menyiagakan tangki air dan armada pemadam kebakaran untuk mengantisipasi kejadian yang dapat membahayakan masyarakat. Namun, upaya pencegahan juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

Ia mengimbau warga untuk berhati-hati ketika melakukan aktivitas pembakaran, terutama dengan memperhatikan kondisi angin dan lingkungan sekitar.

“Kalau membakar sesuatu harus melihat kondisi angin,” pesannya.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sangihe pun tidak hanya menjadi perayaan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, mensyukuri capaian pembangunan, sekaligus meneguhkan komitmen pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Sangihe yang semakin maju dan terhubung. (Nie)