PLN Modernisasi Pengairan Kelompok Tani Torout Jaya dengan Pompa Listrik

Ekonomi Bisnis, Manado1335 Dilihat

Manado, VivaSulut – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) mendorong modernisasi sektor pertanian melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pilar Electrifying Agriculture.

Melalui program tersebut, PLN menyerahkan bantuan sarana pengairan berbasis listrik kepada Kelompok Tani Torout Jaya. Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pengairan, menekan biaya operasional, serta mendorong produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, mengatakan sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian daerah dan ketahanan pangan.

Menurutnya, petani masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan air saat musim kemarau, tingginya ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), serta penggunaan peralatan manual yang dapat membatasi produktivitas.

“Sebagai perusahaan yang mengemban amanah penugasan negara, PLN memahami bahwa peran kami tidak hanya sebatas menghadirkan terang listrik di rumah-rumah warga. Lebih dari itu, listrik harus menjadi motor penggerak roda perekonomian, pemantik kesejahteraan, dan solusi atas tantangan nyata masyarakat,” ujar Usman.

Melalui Electrifying Agriculture, PLN mendorong peralihan dari sistem pertanian konvensional berbasis BBM menuju pemanfaatan listrik yang dinilai lebih efisien, hemat biaya operasional, dan ramah lingkungan.

Bantuan untuk Kelompok Tani Torout Jaya mencakup empat unit pengeboran air dan sumur bor, empat set instalasi air, serta empat unit pompa air listrik.

PLN juga memberikan empat sambungan listrik baru dengan daya masing-masing 3.500 VA yang dilengkapi Nomor Identitas Instalasi Tenaga Listrik (NIDI) dan Sertifikat Laik Operasi (SLO).

Selain itu, bantuan meliputi 20 unit tandon air berkapasitas 3.500 liter, 20 unit tower tandon setinggi dua meter yang dilengkapi konstruksi pengecoran kaki tower, serta selang HDPE sepanjang 1.400 meter untuk menyalurkan air ke lahan pertanian.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Suluttenggo, Noven Koropit, mengatakan pemanfaatan pompa air berbasis listrik berpotensi menghemat biaya energi hingga lebih dari 50 persen dibandingkan penggunaan mesin pompa berbahan bakar BBM.

“Penghematan biaya ini memungkinkan pengolahan lahan dilakukan tepat waktu dan proses tanam dapat dilaksanakan secara serempak,” jelas Noven.

Menurutnya, program tersebut juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Ketersediaan air dan efisiensi pengairan diharapkan dapat meningkatkan produksi komoditas pertanian, khususnya jagung. Peningkatan hasil panen diharapkan berdampak pada pendapatan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.

Noven meminta anggota kelompok tani menjaga dan merawat seluruh sarana yang telah diberikan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Bantuan yang diserahkan hari ini sepenuhnya adalah amanah. Kami menitipkan seluruh sarana dan prasarana pengairan ini untuk dijaga, dirawat, dan dikelola secara gotong royong dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

PLN UID Suluttenggo berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Kelompok Tani Torout Jaya dapat terus diperkuat untuk mendukung kedaulatan pangan, kemandirian ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

(***)