PLN UP3 Tahuna Edukasi Pegawai Olah Sampah Organik

Ekonomi Bisnis729 Dilihat

Tahuna, VivaSulut – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna mendorong penguatan budaya peduli lingkungan melalui sosialisasi pengolahan sampah organik.

Kegiatan yang digelar pada Selasa (11/8/2026) tersebut diikuti pegawai, Tenaga Alih Daya (TAD), dan petugas keamanan PLN UP3 Tahuna. Sosialisasi menghadirkan Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Kementerian Pertanian RI, Anderson Sandil, dan Trainer Eco Enzyme Nusantara, Celline Army Sandil.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengelolaan sampah organik sekaligus mendorong pemanfaatannya menjadi sesuatu yang bernilai guna. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan sehat dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, mengapresiasi inisiatif PLN UP3 Tahuna dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan dari lingkungan kerja.

“Komitmen PLN dalam mendukung transisi energi dan keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik hijau, tetapi juga lewat budaya insan PLN yang sadar lingkungan,” ujar Usman.

Menurutnya, pengolahan sampah organik menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten untuk mendukung upaya keberlanjutan dan pencapaian target Net Zero Emissions.

Ia berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat terus diterapkan sebagai bagian dari perilaku sehari-hari seluruh insan PLN.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Tahuna, Eko Yuwono, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian penting dari operasional perusahaan.

“Keandalan listrik tidak hanya diukur dari kualitas pelayanan kepada pelanggan, tetapi juga dari bagaimana PLN mampu menjalankan operasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan,” kata Eko.

Melalui sosialisasi tersebut, PLN mendorong pegawai untuk memulai pengelolaan sampah dari hal sederhana, seperti memilah dan mengolah sampah organik secara tepat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pemilahan sampah rumah tangga hingga teknik pembuatan kompos dan eco enzyme.

Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Kementerian Pertanian RI, Anderson Sandil, mengatakan sampah organik memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali jika dikelola dengan baik.

“Sebagian besar sampah rumah tangga adalah sampah organik yang bernilai guna tinggi jika diolah menjadi kompos atau eco enzyme,” jelas Anderson.

Menurutnya, pemilahan sampah secara konsisten dari lingkungan kerja maupun rumah tangga dapat membantu mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA) sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, PLN UP3 Tahuna menegaskan komitmennya untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dalam aktivitas operasional serta meningkatkan kepedulian lingkungan di kalangan pegawai dan masyarakat sekitar.

(***)