38 Tahun Menanti, Warga Pulau Dudepo Kini Nikmati Listrik 24 Jam

Ekonomi Bisnis435 Dilihat

Gorontalo, VivaSulut – Setelah menanti hampir 38 tahun, masyarakat Pulau Dudepo, Kabupaten Gorontalo Utara, akhirnya dapat menikmati listrik 24 jam untuk pertama kalinya.

Penyalaan listrik perdana oleh PT PLN (Persero) di Desa Dudepo, Senin (3/8/2026), menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat di pulau terluar tersebut. Masuknya listrik sekaligus membuat Rasio Desa Berlistrik (RDB) Provinsi Gorontalo mencapai 100 persen.

Pulau Dudepo resmi berdiri pada 1988. Namun, akses listrik baru hadir pada 2026 setelah PLN membangun jaringan kelistrikan yang menghubungkan pulau tersebut dengan sistem kelistrikan di daratan.

Tantangan geografis menjadi salah satu kendala utama dalam menghadirkan listrik ke Dudepo. Pulau tersebut terpisah oleh lautan dari daratan utama sehingga PLN harus membangun Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV sepanjang 1,95 kilometer sirkuit (kms).

Kabel bawah laut tersebut menghubungkan sistem kelistrikan dari Desa Ilangata menuju Pulau Dudepo.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, mengatakan pembangunan SKLTM tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menghadirkan akses energi yang merata hingga wilayah pelosok dan pulau terluar.

“Pembangunan Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV sepanjang 1,95 kms menuju Pulau Dudepo ini menjadi pencapaian luar biasa sekaligus tonggak sejarah penting bagi PLN, karena ini merupakan pembangunan kabel listrik bawah laut 20 kV pertama di Pulau Sulawesi,” ujar Usman.

Menurut Usman, momentum menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi kesempatan untuk menghadirkan makna kemerdekaan secara nyata melalui akses energi bagi masyarakat Dudepo.

Proses pembangunan kabel laut tersebut tidak mudah. Penarikan kabel sepanjang 1,95 kms dan pengangkutan berbagai material kelistrikan ke pulau membutuhkan ketelitian teknis serta keahlian khusus, terutama karena harus menghadapi arus laut dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Keberhasilan membentangkan SKLTM 1,95 kms hingga listrik akhirnya menyala di Pulau Dudepo merupakan buah dari kerja keras, inovasi teknis, dan kolaborasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan,” kata Usman.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat yang turut mendukung proses pembangunan hingga listrik dapat dinikmati warga.

“Semoga hadirnya listrik andal ini menjadi pengungkit roda ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat Pulau Dudepo secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain jaringan kabel laut, PLN juga membangun infrastruktur kelistrikan di Pulau Dudepo. Infrastruktur tersebut meliputi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 39,68 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 9,958 kms, serta tujuh unit gardu distribusi dengan total kapasitas 400 kVA.

Infrastruktur tersebut disiapkan untuk melayani 395 kepala keluarga atau sekitar 1.285 jiwa yang tersebar di enam dusun di Desa Dudepo.

Penyalaan listrik perdana sekaligus capaian RDB 100 persen mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN yang telah bekerja keras penuh perjuangan menembus lautan demi melayani masyarakat kami,” ungkap Idah.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga infrastruktur kelistrikan dan kelestarian laut serta memanfaatkan listrik secara bijak untuk mendukung perekonomian desa.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi XII, Rusli Habibie, menyebut penyalaan listrik di Desa Dudepo sebagai hadiah kemerdekaan bagi masyarakat Gorontalo menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia.

“Hari ini adalah hari bersejarah bagi Desa Dudepo dan seluruh rakyat Gorontalo. Listrik yang menyala hari ini adalah kado indah pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia,” kata Rusli.

Menurutnya, 3 Agustus 2026 akan dikenang sebagai titik balik bagi masyarakat Dudepo setelah bertahun-tahun menanti akses listrik.

Hadirnya listrik melalui jaringan kabel bawah laut sepanjang 1,95 kms sekaligus menandai tuntasnya elektrifikasi seluruh desa di Provinsi Gorontalo. Capaian ini menjadi bukti upaya PLN memperluas akses energi hingga wilayah terdepan dan memastikan masyarakat dapat menikmati manfaat pembangunan secara lebih merata.

(***)