Minut, VivaSulut – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang konservasi lingkungan, pembangunan berkelanjutan, dan perdamaian sosial.
Hal itu mengemuka saat Pemkab Minut menerima kunjungan kehormatan para Kepala Perwakilan Negara Anggota Uni Eropa di Hotel Paradise, Likupang, Rabu (15/7/2026).
Rombongan delegasi dipimpin Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Denis Chaibi, dan disambut langsung Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda.
Turut hadir para duta besar dan perwakilan negara anggota Uni Eropa, perwakilan KfW Development Bank, Kementerian Kehutanan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Luar Negeri, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Joune Ganda memaparkan berbagai praktik kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut di Minahasa Utara.
Para delegasi dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi unggulan di Minahasa Utara, di antaranya sistem pengelolaan perikanan buka-tutup di Gangga Dua, program pemberdayaan masyarakat di Lihunu, wisata berbasis komunitas dan homestay, kawasan pemantauan terumbu karang, serta pengelolaan mangrove di Bahoi.
Delegasi juga akan berdialog dengan masyarakat adat dan komunitas lokal untuk melihat secara langsung praktik konservasi berbasis masyarakat yang telah dikembangkan di wilayah tersebut.
“Kegiatan-kegiatan yang kami perlihatkan hari ini mencerminkan satu kebenaran mendasar bahwa masyarakat kami bukan sekadar penerima manfaat dari program konservasi, melainkan penggerak utama dan pelaku kunci dalam pembangunan berkelanjutan serta pengelolaan lingkungan hidup,” ujar Joune Ganda.
Menurutnya, kehadiran para Kepala Perwakilan Uni Eropa merupakan bentuk pengakuan terhadap kemitraan yang telah terjalin antara Uni Eropa dan Indonesia dalam mendukung konservasi laut, ketahanan iklim, serta pemberdayaan masyarakat.
Minut Masuk Lima Finalis UCLG Peace Prize 2026
Selain isu lingkungan, Joune Ganda juga menyampaikan capaian Minahasa Utara di tingkat internasional dalam bidang perdamaian dan kerukunan sosial.
Minut berhasil masuk sebagai satu dari lima finalis global UCLG Peace Prize 2026 yang akan digelar di Tangier, Maroko.
Minahasa Utara menjadi satu-satunya wakil Indonesia sekaligus kawasan Asia Pasifik yang lolos ke babak final.
Minut akan bersaing dengan peserta dari Ekuador, Sudan Selatan, Brasil, dan Kenya.
Pengakuan tersebut diberikan atas komitmen daerah dalam membangun perdamaian, memperkuat toleransi antarumat beragama, mendorong tata kelola pemerintahan yang inklusif, serta menjaga kohesi sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Sebelumnya, Bupati Joune Ganda telah mewakili Indonesia dalam UCLG World Assembly di Tangier pada 22–25 Juni 2026. Dalam forum tersebut, ia memaparkan strategi Minahasa Utara dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.
“Keberagaman yang kami miliki bukanlah pemisah, melainkan modal sosial yang memperkuat persatuan. Perdamaian harus dibangun bersama melalui komitmen berkelanjutan dan kepercayaan antarmasyarakat,” katanya.
Dorong Ekonomi Biru dan Pariwisata Berkelanjutan
Joune Ganda berharap kunjungan delegasi Uni Eropa dapat memperkuat kerja sama jangka panjang antara Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Uni Eropa, KfW, WCS Indonesia, Pemerintah Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Kerja sama tersebut diharapkan mencakup pengembangan konservasi laut, ekonomi biru, pariwisata berkelanjutan, ketahanan iklim, hingga pengembangan kepemimpinan pemuda di bidang lingkungan.
Sebagai daerah yang menjadi tuan rumah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Minahasa Utara terus mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berpadu dengan upaya pelestarian ekosistem pesisir melalui keterlibatan aktif masyarakat.
“Kunjungan kehormatan dari para Kepala Perwakilan Negara Anggota Uni Eropa ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bukti nyata bahwa kerja sama internasional yang kita bangun telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya bangga karena Minahasa Utara tidak hanya dikenal sebagai daerah wisata, tetapi juga sebagai laboratorium hidup bagi konservasi laut dan kerukunan sosial. Penghargaan sebagai finalis UCLG Peace Prize 2026 merupakan pencapaian bersama seluruh masyarakat Minahasa Utara,” ujar Joune Ganda.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Paradise, Likupang, tersebut ditutup dengan doa bersama serta harapan agar hubungan kerja sama antara Minahasa Utara dan Uni Eropa semakin erat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, pelestarian lingkungan, dan perdamaian dunia.
Turut mendampingi Bupati Minahasa Utara dalam kegiatan tersebut antara lain Asisten II Setda Minut, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Camat Likupang Timur, serta Camat Likupang Barat.
(***/Finda Muhtar)









