Minut Jadi Pelopor Kerja Sama Genetika Babi dengan Denmark, Investasi Rp20 Miliar Masuk Likupang Selatan

Minahasa Utara5355 Dilihat

Minut, VivaSulut – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional.

Daerah yang dipimpin Bupati Joune Ganda ini menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang menjalin kerja sama internasional di bidang genetika babi dengan Denmark, sekaligus menggaet investasi senilai Rp20 miliar untuk pengembangan peternakan modern di Likupang Selatan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan kehadiran Bupati Joune Ganda dalam peresmian Indonesia–Denmark Swine Genetics Partnership di The Dharmawangsa Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Kemitraan ini mempertemukan PT Sulawesi Optima Wirakarya (SOW) dengan DanBred, perusahaan genetika babi terkemuka asal Denmark.

Melalui kerja sama tersebut, Indonesia kembali mengimpor bibit babi unggul langsung dari Denmark setelah terhenti selama beberapa dekade.

Bupati Joune Ganda mengatakan, kemitraan internasional ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas peternakan di Sulawesi Utara, khususnya di Minahasa Utara yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra peternakan babi nasional.

“Kemitraan ini membuka peluang besar bagi transfer teknologi dan peningkatan mutu genetik. Kita bangga karena Minahasa Utara menjadi daerah pertama yang mempelopori kerja sama ini. Kita berharap dampaknya bisa langsung dirasakan oleh peternak lokal, meningkatkan produktivitas, serta membuka ruang bagi industri peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan ke depan,” ujar Joune Ganda.

Tak hanya menghadirkan teknologi baru, kerja sama tersebut juga membawa dampak positif terhadap iklim investasi daerah. PT Sulawesi Optima Wirakarya (SOW) yang berstatus Penanaman Modal Asing (PMA) telah merealisasikan investasi sekitar Rp20 miliar di Desa Batu, Kecamatan Likupang Selatan.

Sebagai tahap awal, sebanyak 546 ekor bibit babi unggul hasil impor langsung dari Denmark telah tiba di Sulawesi Utara pada 7 Juli 2026.

Bibit tersebut akan menjadi fondasi pengembangan peternakan modern yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas ternak di daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Minahasa Utara, Richard Dondokambey, mengatakan seluruh proses perizinan perusahaan telah dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, PT SOW bergerak di bidang peternakan babi dengan kode KBLI 01450 dan saat ini tengah membangun fasilitas peternakan berupa ruang gestation seluas 1.090 meter persegi di atas lahan seluas 102.680 meter persegi di Desa Batu.

“Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara akan terus mengawal perkembangan proyek ini. Kami ingin memastikan investasi Rp20 miliar ini tidak hanya berhasil secara bisnis, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi baru, membuka lapangan kerja, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Likupang Selatan,” kata Richard.

Ia menambahkan, perusahaan juga telah menunjukkan komitmen memberdayakan tenaga kerja lokal dengan menunjuk warga Desa Batu sebagai penanggung jawab lapangan.

Masuknya teknologi genetika unggul dari Denmark melalui Minahasa Utara diharapkan menjadi tonggak baru pengembangan industri peternakan Indonesia.

Selain meningkatkan kualitas bibit ternak dan produktivitas peternak, kerja sama ini juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjadikan Minahasa Utara sebagai salah satu pusat peternakan modern di Indonesia.

(Finda Muhtar)