Umbase Mayuntu Ditunjuk Ketua Panitia MTQ Sulut ke-31, Perkuat Semangat Kerukunan Antarumat Beragama

Minut, VivaSulut – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Minahasa Utara, Umbase Mayuntu ditunjuk sebagai Ketua Panitia Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 Tingkat Provinsi Sulawesi Utara yang akan digelar di Kabupaten Minahasa Utara.

Penunjukan ini menjadi cerminan kuat terjaganya nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Bumi Klabat.

Kepercayaan yang diberikan kepada Umbase, yang merupakan tokoh nonmuslim, bukan sekadar penunjukan kepanitiaan.

Langkah tersebut menjadi representasi komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung dalam merawat keberagaman sebagai fondasi pembangunan daerah.

Di Minahasa Utara, semangat gotong royong dan kolaborasi lintas agama telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Karena itu, penyelenggaraan MTQ tidak hanya dipandang sebagai agenda keagamaan umat Islam, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskannya.

Umbase Mayuntu mengaku bersyukur atas amanah yang diberikan kepadanya.

Ia menegaskan akan mengemban tanggung jawab tersebut dengan melibatkan seluruh unsur panitia dan masyarakat agar pelaksanaan MTQ berlangsung sukses.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai Ketua Panitia MTQ Tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab bersama seluruh panitia. MTQ bukan sekadar ajang syiar Islam, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan menunjukkan bahwa masyarakat Minahasa Utara hidup dalam semangat saling menghormati di tengah keberagaman,” ujar Umbase, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, panitia akan mengoptimalkan sinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, hingga masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para kafilah dan tamu yang datang dari 15 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.

Ia berharap seluruh peserta dapat merasakan suasana yang aman, nyaman, serta keramahan masyarakat Minahasa Utara selama mengikuti rangkaian kegiatan MTQ.

“Kami ingin menjadi tuan rumah yang baik. Semoga MTQ ini berjalan lancar, melahirkan generasi Qurani, sekaligus memperkuat pesan bahwa toleransi adalah kekuatan yang terus kita rawat bersama di Sulawesi Utara, khususnya di Minahasa Utara,” katanya.

Pelaksanaan MTQ ke-31 Tingkat Provinsi Sulawesi Utara di Minahasa Utara diharapkan tidak hanya menjadi ajang melahirkan qari dan qariah terbaik, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan lintas agama dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Kepercayaan kepada seorang tokoh nonmuslim untuk memimpin kepanitiaan MTQ menjadi bukti bahwa toleransi di Minahasa Utara tidak berhenti sebagai slogan.

Nilai tersebut diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari melalui kolaborasi, saling menghormati, dan kebersamaan dalam menyukseskan berbagai agenda masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan.

(***/Finda Muhtar)