PLN Target Bangun Infrastruktur Kelistrikan di 96 Lokasi Sulut pada 2026

Manado, VivaSulut – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) mengusulkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 96 lokasi di Provinsi Sulawesi Utara melalui Program Listrik Desa (Lisdes) APBN 2026.

Usulan tersebut terdiri atas 82 lokasi Program Lisdes yang masuk penugasan tahap pertama serta 14 lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis grid yang masih dalam tahap evaluasi dan finalisasi perencanaan untuk penugasan APBN 2026 Tahap II.

Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) PLN UID Suluttenggo Heru Kleitanto Wardono mengatakan, keseluruhan usulan tersebut ditargetkan melayani 3.143 calon pelanggan baru melalui pembangunan jaringan distribusi, gardu distribusi, hingga PLTS di wilayah kepulauan dan daerah terisolasi.

“Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya PLN untuk meningkatkan pemerataan akses listrik, terutama di wilayah kepulauan dan daerah yang belum terjangkau jaringan listrik,” ujar Heru saat Media Gathering PLN UID Suluttenggo di Manado, Selasa (30/6/2026).

Secara keseluruhan, usulan Program Lisdes APBN 2026 di Sulawesi Utara mencakup pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 37,52 kilometer, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 121,72 kilometer, penambahan kapasitas gardu distribusi sebesar 2.450 kVA, serta pembangunan PLTS berkapasitas 1.671 kWp.

Dari total usulan tersebut, 82 lokasi masuk dalam Program Lisdes APBN Tahap I.

Rinciannya, 24 lokasi akan dikerjakan oleh UP2K Sulawesi Utara dengan pembangunan JTM sepanjang 18,14 kilometer, JTR sepanjang 30,45 kilometer, gardu distribusi 750 kVA, untuk melayani 369 calon pelanggan.

Sementara itu, 58 lokasi lainnya merupakan program perluasan jaringan melalui PPSDM KEBTKE dengan pembangunan JTM sepanjang 8,20 kilometer, JTR sepanjang 46,04 kilometer, gardu distribusi 750 kVA, yang ditargetkan melayani 1.776 calon pelanggan.

Adapun 14 lokasi lainnya direncanakan menggunakan skema PLTS + Grid bagi wilayah kepulauan dan daerah terisolasi.

Program tersebut meliputi pembangunan PLTS berkapasitas 1.671 kWp, JTM sepanjang 8,67 kilometer, JTR sepanjang 45 kilometer, serta gardu distribusi 950 kVA untuk melayani 998 calon pelanggan.

Program ini masih berada dalam tahap evaluasi dan finalisasi perencanaan untuk penugasan APBN 2026 Tahap II.

Heru menjelaskan, hingga saat ini Rasio Elektrifikasi (RE) PLN di Provinsi Sulawesi Utara telah mencapai 99,41 persen, sementara Rasio Elektrifikasi Total mencapai 99,99 persen.

Adapun Rasio Desa Berlistrik (RDB) PLN tercatat 99,56 persen, sedangkan Rasio Desa Berlistrik Total telah mencapai 100 persen.

Meski demikian, dari total 1.839 desa di Sulawesi Utara masih terdapat delapan desa yang menjadi tanggung jawab PLN dan belum berlistrik.

Delapan desa tersebut berada di Kabupaten Kepulauan Sitaro, yakni Desa Laingpatehi dan Desa Pumpente, serta di Kabupaten Kepulauan Sangihe, yakni Desa Kahakitang, Dalako Bembanehe, Taleko Batusaiki, Beeng, Para, dan Para I.

Menurut Heru, penyelesaian elektrifikasi di desa-desa tersebut menjadi salah satu prioritas PLN dalam mendukung pemerataan akses listrik hingga wilayah terluar di Sulawesi Utara.

(Finda Muhtar)