PLN dan Universitas Tadulako Bersinergi Hijaukan Teluk Palu, 1.000 Mangrove Ditanam di Pantai Dupa

Ekonomi Bisnis349 Dilihat

Palu, VivaSulut – Kolaborasi antara dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat kembali terwujud dalam aksi pelestarian lingkungan di Teluk Palu. PT PLN (Persero) UP3 Palu bersama mahasiswa dan dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Tadulako, komunitas Mangrove Rangers, serta pelajar SD Insan Madani menanam 1.000 bibit mangrove di Pantai Dupa, Kelurahan Layana.

Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tersebut juga dirangkaikan dengan aksi bersih pantai sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir Teluk Palu.

General Manager PLN UID Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo, Usman Bangun, mengatakan pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, penanaman mangrove tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi perlindungan kawasan pesisir.

“Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi pemantik kesadaran kolektif bahwa menjaga kelestarian bumi adalah tanggung jawab kita semua. Penanaman 1.000 mangrove ini merupakan investasi strategis untuk melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan menjadi warisan bagi generasi mendatang,” ujar Usman.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Ketua Program Studi PWK Universitas Tadulako, Iwan Setiawan Basri, menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lapangan seperti ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman terkait pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan.

“Kegiatan seperti ini menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk memahami langsung tantangan pengelolaan pesisir. Kolaborasi antara korporasi, akademisi, komunitas, dan masyarakat merupakan kunci dalam membangun ketahanan lingkungan,” katanya.

PLN berharap sinergi yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi berbagai pihak untuk terus berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan di Sulawesi Tengah.

(***/Finda Muhtar)