Bantuan PLN Antar Siswa SMKN 3 Palu Siap Bersaing di LKS Nasional Kendaraan Listrik

Ekonomi Bisnis138 Dilihat

Palu, VivaSulut – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) UP3 Palu mulai menunjukkan hasil nyata di SMK Negeri 3 Palu. Delapan bulan setelah menerima bantuan peralatan dan pelatihan kendaraan listrik, para siswa kini tidak hanya mampu melakukan konversi motor listrik, tetapi juga bersiap mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional.

SMK Negeri 3 Palu yang merupakan salah satu SMK Pusat Keunggulan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi di Sulawesi Tengah sebelumnya menghadapi tantangan dalam menghadirkan sarana praktik kendaraan listrik yang sesuai perkembangan industri.

Melalui program TJSL, PLN memberikan lima paket peralatan konversi motor listrik, lima unit sepeda motor sebagai media praktik, perlengkapan laboratorium, serta pelatihan dan pendampingan tenaga ahli.

Kepala SMK Negeri 3 Palu, H. Hamka, S.Pd., mengatakan bantuan tersebut membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran.

“Program bantuan dari PLN ini sangat bermanfaat bagi SMK Negeri 3 Palu. Kami mendapatkan sejumlah peralatan laboratorium yang belum pernah kami miliki sebelumnya untuk menunjang kegiatan pendidikan,” ujarnya.

Menurut Hamka, manfaat terbesar justru datang dari pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada siswa. Mereka kini memperoleh pengalaman belajar langsung yang sesuai dengan kebutuhan industri kendaraan listrik.

“Hasilnya mulai terlihat. Kendaraan listrik yang dikonversi oleh siswa tidak hanya menjadi media belajar, tetapi juga digunakan untuk operasional sekolah, bahkan menjadi modal berharga bagi siswa kami yang tengah bersiap menghadapi LKS tingkat nasional,” katanya.

General Manager PLN UID Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo, Usman Bangun, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menyiapkan sumber daya manusia menghadapi era transisi energi.

“Melalui bantuan sarana konversi motor listrik ini, kami ingin memastikan siswa SMK Negeri 3 Palu tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama dan inovator dalam perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” kata Usman.

Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan industri mampu melahirkan generasi muda yang siap bersaing di sektor teknologi energi bersih.

(***/Finda Muhtar)