Palu, VivaSulut – Sore di Pusat Kuliner Gunung Bosa, Kota Palu, terasa lebih hidup.
Pengunjung silih berganti mendatangi sebuah gerai kontainer berwarna biru yang menjajakan es campur dan es buah segar.
Di balik meja pelayanan, Muhammad Syarifuddin (42) tampak sibuk melayani pesanan.
Sulit membayangkan bahwa beberapa waktu lalu pria tersebut sempat kehilangan harapan setelah tempat usaha yang selama bertahun-tahun digunakannya harus dikosongkan.
Gerobak kayu sederhana yang menjadi sumber nafkah keluarga terancam tidak lagi bisa beroperasi.
Ketidakpastian masa depan membuatnya cemas memikirkan kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anaknya.
Namun kondisi itu berubah ketika PT PLN (Persero) melalui UP3 Palu hadir melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
PLN tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi menghadirkan paket lengkap yang mendukung pengembangan usaha, mulai dari gerai box container permanen, penyambungan listrik gratis, fasilitas meja dan kursi, hingga kompor induksi yang lebih modern dan efisien.
Bantuan tersebut menjadi titik balik bagi usaha Syarifuddin. Dengan lokasi yang lebih representatif dan fasilitas yang memadai, jumlah pelanggan meningkat dan usahanya berkembang pesat.
“Sekarang pelanggan lebih nyaman datang ke sini. Tempatnya bersih, rapi dan lebih menarik. Alhamdulillah omzet juga meningkat dibanding sebelumnya,” kata Syarifuddin.
General Manager PLN UID Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo, Usman Bangun, menjelaskan bahwa PLN ingin memastikan manfaat listrik dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan ekonomi.
Menurutnya, elektrifikasi tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang produktivitas baru bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
“Melalui program TJSL, PLN ingin menghadirkan perubahan yang nyata. Kami berharap para pelaku usaha kecil dapat berkembang, lebih mandiri, dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya,” ujar Usman.
Kisah Syarifuddin menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi antara teknologi, energi listrik, dan kepedulian sosial mampu menghidupkan kembali harapan masyarakat. Dari sebuah gerobak sederhana, kini lahir usaha yang lebih mapan dan siap berkembang di masa depan.
(***/Finda Muhtar)









