Peringati Hardiknas dan Otonomi Daerah, Pemkab Sangihe Perkuat Komitmen Pembangunan

Sangihe115 Dilihat

Sangihe,VivaSulut Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar upacara gabungan memperingati Hari Otonomi Daerah, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), serta Apel Awal Bulan Mei 2026 di Lapangan Santiago Tahuna Timur, Senin (4/5/2026).

Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Tendris Bulahari, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua dan Sekretaris TP-PKK Sangihe, pejabat Eselon II, staf ahli bupati, hingga seluruh ASN di lingkungan Pemkab Sangihe.

Dalam amanatnya, Bulahari menegaskan bahwa pelaksanaan upacara gabungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan sumber daya manusia.

“Upacara yang kita laksanakan saat ini merupakan momentum yang sangat strategis, karena menggabungkan tiga agenda penting dalam satu kesatuan refleksi dan penguatan komitmen,” ujar Bulahari.

Ia menekankan, bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berada di wilayah perbatasan utara Indonesia, otonomi daerah memiliki makna yang sangat penting. Menurutnya, otonomi bukan sekadar kewenangan, melainkan tanggung jawab untuk memastikan pelayanan publik menjangkau seluruh masyarakat, termasuk di pulau-pulau terluar.

Mengusung tema Hari Otonomi Daerah tahun ini, “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, Pemkab Sangihe disebut terus mendorong percepatan pembangunan melalui program Sapta Membara yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas SDM, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Wabup juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar memperkuat sinkronisasi program dengan prioritas nasional, mempercepat reformasi birokrasi berbasis digital, meningkatkan kemandirian fiskal daerah, serta membangun kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan pembangunan kepulauan.

Meski demikian, Bulahari mengakui masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi daerah, mulai dari keterbatasan fiskal, kondisi geografis kepulauan, hingga kesenjangan akses layanan dasar.

Pada momentum Hari Pendidikan Nasional, ia turut menyoroti pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah dan bangsa. Menurutnya, pendidikan harus mampu membentuk karakter dan mengembangkan potensi generasi muda Sangihe.

“Bonus demografi bukan warisan instan, tetapi harus dipersiapkan mulai dari saat ini,” katanya.

Ia menyebut sejumlah tantangan pendidikan di Sangihe masih cukup nyata, seperti keterbatasan akses di wilayah terpencil dan kepulauan, kualitas sarana-prasarana pendidikan, hingga kebutuhan peningkatan kompetensi guru.

Karena itu, Pemkab Sangihe terus mendorong digitalisasi pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, pemerataan akses pendidikan, serta penguatan kompetensi dan kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pendidikan.

Selain itu, Bulahari juga mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga semangat pengabdian dan mendukung agenda penting daerah, termasuk persiapan Pemilihan Kapitalaung di 118 kampung pada tahun ini.

“Saya berharap seluruh jajaran dapat mendukung agar pelaksanaannya berjalan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan, sehingga menghasilkan pemimpin kampung yang berkualitas,” tandasnya. (Nie)