PETI Oboy Makan Korban, Satu Penambang Tewas

 

Tragedi PETI Oboy, Penambang Tewas Tertimbun Longsor di Dumoga

Bolmong, VivaSulut — Peristiwa tragis kembali terjadi di lokasi PETI Oboy. Seorang warga Desa Pusian Barat, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Andreas Kamuntuan (51), meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah, Rabu (29/4/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian nahas itu terjadi pada siang hari di area pertambangan Oboy Pusian yang diduga merupakan lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Di lokasi tersebut, selain aktivitas masyarakat yang melakukan pengambilan material secara mandiri, area tambang juga diketahui diklaim dan dikuasai oleh PT Xinfeng Gemah Semesta.

Pertambangan emas Oboy sendiri berada di wilayah Desa Pusian hingga Desa Ponompiaan, Kecamatan Dumoga, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik aktivitas PETI di Bolmong.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, aktivitas penambangan dilakukan warga secara bergilir, terutama di titik-titik yang memiliki kandungan ore berkualitas baik.

Saat kejadian, korban tengah berada di dalam lubang tambang ketika material tanah di bagian atas secara tiba-tiba longsor dan langsung menimbunnya.

Rekan-rekan korban sempat melakukan evakuasi dan membawa korban ke RSUD Pobundayan, Kota Kotamobagu. Namun, nyawa korban tidak tertolong.

Camat Dumoga, Rolly Awuy, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. “Iya benar, dan saat ini jenazah korban telah dipulangkan ke rumah duka,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali menjadi sorotan atas tingginya risiko aktivitas PETI Oboy, yang tidak hanya berbahaya bagi penambang, tetapi juga menuntut perhatian serius dari pihak berwenang.

(Finda Muhtar)