Rayakan Paskah di Tepi Pantai Bersama Jemaat GMIST Maranatha Tahuna, Bupati Thungari : Kebangkitan Kristus Jadi Inspirasi Hidup

Sangihe28 Dilihat

Sangihe,VivaSulut— Perayaan Paskah Jemaat GMIST Maranatha Tahuna digelar di kawasan Boulevard Tahuna, Minggu subuh (5/4/2026). Ibadah di tepi pantai menghadirkan suasana khidmat sekaligus hangat, terlebih dengan kehadiran Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Ketua TP-PKK Sangihe Ny.Chery Thungari Soeyoenus.

Ibadah dipimpin Ketua Majelis Pekerja Jemaat (MPJ) GMIST Maranatha Tahuna, Pdt. Gritha Dumaili Luase, M.Th, bersama para pelayan firman lainnya.

Dalam khotbahnya yang diambil dari Lukas 24:1–12, Pdt. Gritha menegaskan makna kebangkitan sebagai simbol kemenangan atas maut, sekaligus sumber harapan baru bagi umat percaya. Peristiwa kubur kosong menjadi pengingat bahwa sukacita Paskah lahir dari iman yang teguh.

Kehadiran Bupati Michael Thungari bersama Ketua TP PKK Cherry Thungari Soeyoenus menambah kehangatan ibadah tersebut. Thungari mengaku memiliki kenangan tersendiri dengan lokasi ibadah, karena pernah menetap di kawasan Boulevard selama beberapa tahun.

“Saya sering mendengar ibadah subuh di sini, dan hari ini akhirnya bisa ikut merayakan langsung bersama jemaat,” ungkapnya.

Dengan gaya santai, ia juga membagikan pengalaman sederhana tentang perjuangan mengikuti ibadah subuh. Candaan tentang “ditolong istri agar tetap semangat bangun pagi” pun disambut tawa jemaat, mencairkan suasana ibadah yang penuh hikmat.

Dalam sambutannya, Thungari menekankan bahwa Paskah bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan panggilan untuk menghidupi nilai ketaatan dan pengabdian dalam keseharian.

“Makna kebangkitan Kristus harus nyata dalam sikap hidup kita—di keluarga, pekerjaan, dan pelayanan kepada sesama tanpa pamrih,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk memahami Paskah tidak hanya sebagai tradisi, tetapi sebagai fondasi iman yang memberi arah hidup.

Di momen tersebut, Thungari turut mengajak jemaat bersyukur atas penyertaan Tuhan bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang tetap aman meski sempat diguncang gempa berkekuatan 7,5 magnitudo.

“Ini menjadi bukti bahwa perlindungan Tuhan nyata bagi daerah kita,” katanya.

Menutup sambutan, Bupati bersama keluarga Thungari–Soeyoenus, keluarga Bulahari–Walukouw, serta Pemerintah Daerah menyampaikan ucapan selamat Paskah kepada seluruh umat Kristiani di Sangihe, seraya berharap sukacita kebangkitan terus menguatkan iman dan persatuan masyarakat. (Nie)