
Jakarta, VivaSulut.com – Perdagangan satwa liar yang berasal dari hutan Sumatera terungkap di Pelabuhan Bakauheni.
Belasan anakan monyet dan burung elang hendak diselundupkan dan dijual ke Tangerang, Banten.
Kepala Karantina Lampung, Donni Muksydayan mengatakan, upaya penyelundupan satwa liar itu digagalkan pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Menurut Donny, seperti dilansir dari Kompas.com, ketika itu petugas sedang melakukan pemeriksaan rutin untuk bus-bus yang hendak menyeberang di Seaport Interdiction, Pelabuhan Bakauheni.
“Ada satu unit bus yang membawa muatan tiga keranjang dan satu dus yang hendak dikirim ke Tangerang,” kata dia dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Saat petugas memeriksa, di dalam dus itu didapati dua ekor elang dewasa dan lima ekor anakan.
Sedangkan dalam tiga keranjang buah ditemukan 13 ekor anak monyet.
“Tidak ditemukan dokumen resmi seperti Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATSDN),” kata Donny.
Sementara itu, sopir bus mengaku hanya dihubungi oleh seseorang sehari sebelumnya untuk mengangkut kardus dan keranjang berisi satwa tersebut ke Tangerang.
“Saat ini aparat masih mendalami keterangan tersebut guna menelusuri pihak pengirim dan penerima,” katanya.
Donny menjelaskan, elang yang diamankan termasuk jenis satwa dilindungi yang memiliki peran ekologis penting sebagai predator puncak dalam menjaga keseimbangan rantai makanan.
Primata yang ikut diamankan juga berkontribusi dalam penyebaran biji dan regenerasi hutan.
Pengambilan satwa dari alam, khususnya anakan, dapat berdampak serius terhadap populasi mereka di habitat asli.
Untuk sementara, satwa-satwa dititipkan di fasilitas aviary milik Jaringan Satwa Indonesia (JSI) untuk menjalani perawatan dan pemantauan kesehatan.
Jika para pelaku terungkap, untuk satwa yang tidak dilindungi para pelaku bisa dijerat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
Sedangkan untuk satwa dilindungi, akan dikenakan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
(redaksi)







