Stafsus Bupati Sangihe Bantah Isu Michael Thungari Enggan Terima Tamu: “Beliau Pemimpin yang Terbuka”

Sangihe66 Dilihat

Sangihe,VivaSulut—Isu yang menyebut Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, enggan menerima tamudi Kantor Bupati maupun Rumah Jabatan, dibantah tegas oleh Staf Khusus Bupati Bidang Komunikasi Publik, Dendy Abram.

Dendy memastikan kabar tersebut tidak benar dan bersifat menyesatkan, karena sejak awal menjabat, Bupati Thungari dikenal sebagai pemimpin yang terbuka, komunikatif, dan responsif terhadap masyarakat maupun ASN.

Dalam keterangan resmi yang disampaikannya, Dendy Abram menegaskan bahwa Bupati Michael Thungari selalu memberikan ruang bagi siapa pun yang ingin bersilaturahmi atau menyampaikan aspirasi secara langsung, selama kunjungan dilakukan sesuai jadwal dan prosedur yang berlaku.

“Pak Bupati selalu terbuka menerima tamu. Selama tidak berbenturan dengan agenda resmi, beliau pasti meluangkan waktu,” ujar Abram, menanggapi isu yang beredar di tengah masyarakat.

Menurut Dendy, padatnya agenda Bupati termasuk rapat internal, kegiatan kedinasan, serta tugas luar daerah kerap membuat waktu audiensi harus diatur dengan baik. Karena itu, masyarakat diimbau untuk melapor terlebih dahulu kepada petugas piket saat berkunjung ke Kantor Bupati agar maksud dan tujuan kunjungan dapat dicatat dengan benar.

“Kami berharap setiap tamu yang datang ke Kantor Bupati terlebih dahulu melapor ke petugas piket agar maksud dan tujuan kunjungan dapat dicatat,” jelasnya.

Dendy juga menambahkan, untuk kunjungan ke Rumah Jabatan Bupati di luar jam kerja, koordinasi dengan petugas yang berjaga seperti piket, sekretaris pribadi (sespri), maupun pengawal pribadi (walpri) tetap diperlukan. Hal ini untuk menjaga kenyamanan bersama serta menghormati waktu pribadi kepala daerah.

“Di luar jam kerja tetap perlu penyesuaian waktu, karena Pak Bupati juga memiliki agenda pribadi dan kegiatan lain yang patut dihormati,” tambahnya.

Menanggapi sejumlah pemberitaan yang dianggap kurang proporsional, Dendy memilih bersikap bijak dan menghargai dinamika kebebasan pers. Ia menilai kritik maupun pemberitaan merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial yang perlu dihormati sepanjang disajikan secara profesional.

“Wartawan memiliki peran penting sebagai kontrol sosial. Selama pemberitaan disajikan sesuai kode etik jurnalistik, itu merupakan bagian dari demokrasi,” pungkas Abram. (Nie)