Sangihe,VivaSulut—Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-601 Daerah Kepulauan Sangihe yang dirangkaikan dengan Upacara Adat Tulude Tahun 2026, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari melakukan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, Jumat (9/1/2026).
Pertemuan berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Utara dan menjadi momentum penting mempererat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam pelestarian budaya daerah.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Michael Thungari didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta Ketua Dewan Adat Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Bupati Thungari secara langsung menyampaikan undangan resmi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara untuk hadir dalam Upacara Adat Tulude 2026, yang sekaligus menjadi puncak peringatan HUT ke-601 Daerah Kepulauan Sangihe.
“Kehadiran pimpinan daerah provinsi memiliki arti penting bagi masyarakat kepulauan, sebagai wujud kedekatan pemerintah dan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian adat dan budaya lokal,” ujar Bupati Thungari.
Ia menambahkan, masyarakat Sangihe menaruh harapan besar agar Gubernur dan Wakil Gubernur dapat berkenan hadir secara langsung dalam perayaan Tulude tahun ini, yang bukan hanya menjadi ritual adat, tetapi juga momentum memperkuat identitas dan persatuan masyarakat kepulauan.
“Harapan besar masyarakat Sangihe agar Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara dapat hadir langsung dalam perayaan Tulude 2026,” tambahnya.
Menanggapi undangan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, menyampaikan apresiasi dan antusiasme atas pelaksanaan Upacara Adat Tulude. Ia menilai, Tulude merupakan warisan budaya bernilai historis tinggi yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Sangihe dan perlu terus dijaga serta dipromosikan secara luas.
“Tulude bukan hanya tradisi, tapi simbol syukur dan persaudaraan yang mencerminkan kekayaan budaya Sulawesi Utara. Pemerintah provinsi tentu mendukung penuh upaya pelestarian ini,” tutur Gubernur Selvanus.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, juga menyampaikan dukungan serupa. Ia menilai Tulude memiliki makna mendalam sebagai simbol identitas budaya masyarakat Kepulauan Sangihe yang layak mendapat perhatian dan dukungan bersama dari seluruh elemen pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara.
Dengan semangat kebersamaan ini, pelaksanaan Tulude 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga momentum memperkuat sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten, serta mengangkat nilai-nilai adat dan spiritualitas masyarakat kepulauan ke tingkat yang lebih luas. (Nie)










