Minut, VivaSulut – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara mengapresiasi langkah PT PLN (Persero) yang menghadirkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) serta Wisata Edukasi Mangrove di Desa Tarabitan, Kecamatan Likupang Barat.
Program tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan daerah yang mengedepankan penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Minahasa Utara, Umbase Mayuntu, mengatakan program PLN memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem mangrove.
“Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menyampaikan apresiasi kepada PLN atas kepeduliannya terhadap potensi lokal Desa Tarabitan. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas ekonomi warga melalui sektor UMK, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya ekosistem mangrove sebagai aset lingkungan yang bernilai tinggi,” kata Umbase.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penerapan prinsip ESG serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Sementara itu, Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, mengatakan program TJSL disusun dengan orientasi jangka panjang sehingga mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Selain pengembangan wisata edukasi mangrove, PLN juga mendorong penguatan UMK melalui pendampingan dan kemitraan bersama BUMDes serta kelompok lokal, termasuk Spirulina Farm, guna menghasilkan produk-produk unggulan yang mendukung sektor pariwisata.
Dengan kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat, Desa Tarabitan diharapkan berkembang menjadi kawasan ekowisata unggulan di Minahasa Utara yang mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi generasi mendatang.
(***)







