HLN ke-81, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Dorong Kemandirian Energi Nasional

Ekonomi Bisnis1183 Dilihat

Jakarta, VivaSulut – Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya memperkuat keandalan pasokan listrik sekaligus mendorong kemandirian energi nasional melalui percepatan transisi energi dan pemerataan akses listrik.

Mengusung tema “Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia”, PLN menargetkan penyediaan energi yang andal, ramah lingkungan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Direktur Utama PLN Suroso Isnandar mengatakan, PLN siap menerjemahkan arahan pemerintah terkait ketahanan energi dan percepatan pengembangan energi bersih melalui perencanaan dan pelaksanaan program yang terukur.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp), serta penyelesaian program ketenagalistrikan yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

“Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto mengenai ketahanan energi dan percepatan energi bersih, transisi energi adalah tanggung jawab kita. Program 100 gigawatt peak (GWp) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) harus kita laksanakan. Seluruh pekerjaan yang ada di RUPTL harus kita tuntaskan,” ujar Suroso dalam upacara peringatan HLN ke-81 di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Ia menegaskan, pelaksanaan agenda tersebut membutuhkan sinergi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Danantara Indonesia agar sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dan kebutuhan nasional.

Selain mendorong transisi energi, PLN juga menempatkan keandalan pasokan listrik sebagai prioritas utama. Pasalnya, listrik berperan penting dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi, pelayanan kesehatan, pendidikan hingga operasional industri.

Gangguan listrik tidak hanya menghambat aktivitas, tetapi juga berpotensi memengaruhi pendapatan pelaku usaha dan kenyamanan masyarakat. Karena itu, PLN berupaya mempercepat penanganan gangguan melalui pemetaan titik gangguan berulang berdasarkan tingkat risiko, peningkatan kesiapan personel, serta ketersediaan peralatan dan material.

PLN juga berkomitmen memastikan setiap keluhan pelanggan ditindaklanjuti secara jelas dan terukur.

Suroso mengakui, penanganan gangguan di lapangan kerap menghadapi tantangan, seperti medan yang sulit, cuaca buruk, keterbatasan peralatan, hingga akses menuju lokasi yang membutuhkan perjalanan panjang.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menunda pelayanan kepada masyarakat.

“Saya tidak ingin perjuangan ini hanya menjadi cerita di Hari Listrik Nasional, namun menjadi perubahan nyata dalam merespons kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Suroso, selama lebih dari delapan dekade, listrik telah berkembang menjadi penggerak kehidupan dan pembangunan. Keberadaan listrik memungkinkan anak-anak belajar dengan nyaman, usaha kecil tetap beroperasi, serta industri meningkatkan produktivitas.

Melalui semangat “PLN Empower All”, PLN berupaya memastikan energi yang disalurkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Peringatan HLN ke-81 menjadi momentum bagi PLN untuk memperkuat komitmen menghadirkan listrik yang andal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan serta kemandirian energi Indonesia.

(***/Finda Muhtar)