Harrold Sepang Lakukan Pembenahan Standar Pelayanan RSUD Maria Walanda Maramis

Minahasa Utara1300 Dilihat

Minut, VivaSulut – Direktur Utama RSUD Maria Walanda Maramis, dr. Harrold Sepang, MARS, AIFO-K, menyiapkan pembenahan pelayanan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut), mulai dari peningkatan komunikasi petugas medis hingga penguatan standar pelayanan kepada pasien.

Komitmen tersebut disampaikan Harrold dalam diskusi dan silaturahmi bersama kelompok jurnalis Profesional Wartawan Minahasa Utara (PROWM) di Airmadidi, Jumat (16/10/2026).

Menurut Harrold, pembenahan rumah sakit tidak cukup hanya dengan meningkatkan fasilitas medis. Sikap, komunikasi, dan respons petugas terhadap pasien juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Ia menilai kepuasan pasien harus menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pelayanan.

Karena itu, seluruh jajaran rumah sakit didorong memberikan pelayanan yang ramah, komunikatif, responsif, dan penuh empati kepada pasien maupun keluarga.

Harrold mengatakan, jika rumah sakit belum mampu bersaing dari sisi kelengkapan fasilitas dengan rumah sakit besar, kualitas interaksi dan pendekatan humanis dapat menjadi keunggulan tersendiri.

“Jika fasilitas kita belum bisa menyaingi rumah sakit besar, maka kita wajib menang di kemampuan pelayanan yang berbeda petugas yang komunikatif, ramah, responsif, serta empati tinggi kepada pasien dan keluarga,” ujarnya.

Salah satu pembenahan yang menjadi perhatian adalah penerapan sistem triase di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Penanganan pasien harus didasarkan pada tingkat kegawatdaruratan medis, bukan semata-mata urutan kedatangan atau status sosial.

Selain itu, petugas IGD didorong memberikan penjelasan yang jelas kepada keluarga pasien mengenai prosedur dan prioritas penanganan untuk mengurangi risiko kesalahpahaman.

Manajemen juga akan mengoptimalkan layanan radiologi, ICU, dan poliklinik rehabilitasi medik. Peningkatan kapasitas pelayanan tersebut diharapkan sejalan dengan kebutuhan pasien.

Di sisi sumber daya manusia, pelatihan komunikasi bagi tenaga medis dan petugas yang berhadapan langsung dengan pasien direncanakan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk saat menangani kondisi darurat.

Harrold juga membuka ruang komunikasi dengan insan pers sebagai bagian dari upaya menerima masukan dan memperkuat transparansi pelayanan rumah sakit.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat dikembangkan melalui edukasi publik mengenai alur pelayanan, standar penanganan pasien di IGD, serta hak-hak pasien.

“Melalui berbagai langkah tersebut, manajemen RSUD Maria Walanda Maramis menargetkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya didukung fasilitas medis, tetapi juga mengedepankan sikap humanis, keadilan, dan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

(Finda Muhtar)