Joune Ganda Terima Penghargaan ICC, Minut Perkuat Pengembangan Kelapa hingga Hilirisasi

Minahasa Utara3095 Dilihat

Minut, VivaSulut – Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda, menerima penghargaan dari International Coconut Community (ICC) atas kontribusi daerah dalam pengembangan komoditas kelapa.

Pengakuan ini menjadi momentum bagi Minut untuk memperkuat peremajaan tanaman, pembibitan unggul, hingga pengembangan industri hilir kelapa.

Penghargaan tersebut diterima Joune dalam rangkaian World Coconut Day 2026 yang digelar di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (8/10/2026), dan dihadiri perwakilan dari 22 negara. Kegiatan itu dibuka Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Joune mengaku tidak menyangka mendapat penghargaan dari organisasi internasional yang menaungi pengembangan komoditas kelapa tersebut.

“Saya juga tidak menyangka kalau tadi mendapatkan penghargaan ini dari International Coconut Community, ICC,” kata Joune seusai kegiatan.

Menurut Joune, penghargaan itu berkaitan dengan kontribusi Minahasa Utara dalam pengembangan kelapa, terutama melalui program pembibitan dan peremajaan tanaman. Minut juga dinilai memiliki peran dalam penyediaan bibit yang mendukung pengembangan komoditas tersebut.

“Pembibitan ini menjadi atensi mereka karena di Minahasa Utara ini menjadi sentral untuk pembibitan tanaman kelapa,” ujarnya.

Bagi Minut, pengakuan ICC hadir di tengah peluang pengembangan kelapa yang semakin terbuka. Daerah ini merupakan produsen kelapa terbesar kedua di Sulawesi Utara setelah Minahasa Selatan, sekaligus mulai mengembangkan industri pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut.

Joune mengatakan, kelapa memiliki manfaat luas, bukan hanya sebagai komoditas pertanian dan bahan pangan, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, termasuk untuk mendukung energi baru terbarukan.

“Pengembangan kelapa bukan hanya di Sulawesi Utara atau di Indonesia, tetapi juga di dunia. Kita tahu kelapa ini memiliki manfaat yang luar biasa, termasuk untuk mempertahankan dan meningkatkan ketahanan pangan,” katanya.

Ia menilai pelaksanaan World Coconut Day 2026 di Sulawesi Utara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi kelapa daerah kepada dunia. Kehadiran delegasi dari 22 negara juga membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan dan pengembangan kerja sama di sektor kelapa.

“Ini sangat luar biasa, khususnya buat Sulawesi Utara. Kami sangat mengapresiasi karena bisa menghadirkan 22 negara dan beberapa peserta lainnya untuk melaksanakan kegiatan ini di Sulawesi Utara,” ujar Joune.

Selain penghargaan ICC, Joune menyoroti arah kebijakan pemerintah pusat yang mendorong pengembangan kelapa dari hulu hingga hilir.

Dalam forum tersebut, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan perhatian terhadap peremajaan tanaman, pengembangan bibit unggul, serta peningkatan pengolahan produk turunan kelapa.

Menurut Joune, langkah tersebut penting karena sebagian tanaman kelapa membutuhkan peremajaan agar produktivitasnya dapat ditingkatkan. Ketersediaan bibit berkualitas juga menjadi faktor penting untuk mendukung keberlanjutan produksi petani.

Ia turut menyinggung penghargaan yang pernah diterimanya dari Presiden terkait penemuan varietas baru kelapa. Pengembangan varietas dan pembibitan, menurutnya, dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor kelapa di daerah.

“Ini menjadi penyemangat juga bagi para petani kelapa kita, bahwa perhatian dunia dan perhatian pemerintah pusat terhadap komoditas kelapa ini sangat penting,” jelasnya.

Di sisi hilir, keberadaan pabrik pengolahan kelapa di Minahasa Utara dinilai menjadi modal untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas tersebut. Pengembangan industri hilir diharapkan membuka peluang agar kelapa tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah.

Joune berharap perhatian pemerintah pusat dan dunia internasional terhadap kelapa dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama konkret, peningkatan teknologi, penguatan pembibitan, peremajaan tanaman, serta perluasan industri pengolahan.

(***/Finda Muhtar)