Diskusi PROWM: Langkah Progresif Evelyn Luntungan Dukung Visi Joune Ganda untuk Pendidikan, 2027 Ada Pengaduan Digital

Minut, VivaSulut – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Evelyn Luntungan, menyiapkan sejumlah langkah progresif untuk memperkuat pelayanan pendidikan, mulai dari pembenahan sanitasi sekolah, peningkatan kompetensi guru dalam penggunaan teknologi, hingga menghadirkan platform pengaduan digital yang direncanakan mulai 2027.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Minut mendukung visi Bupati Joune Ganda dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus memastikan kebutuhan dasar peserta didik mendapat perhatian serius.

Berbagai program itu disampaikan Evelyn dalam diskusi bersama insan pers bertajuk “OPD Connects with Professional Wartawan Minahasa Utara (PROWM)”, Rabu (7/10/2026).

Dalam diskusi tersebut, Evelyn menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan proses belajar mengajar, tetapi juga harus ditunjang lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan memiliki fasilitas dasar yang layak.

“Pendidikan itu pelayanan dasar. Murni soal bagaimana anak-anak kita merasa aman dan nyaman saat menuntut ilmu,” tegasnya.

Salah satu prioritas yang kini menjadi perhatian Dinas Pendidikan Minut adalah pembenahan sanitasi sekolah. Hasil temuan di lapangan menunjukkan masih ada toilet sekolah yang belum berfungsi optimal, termasuk fasilitas yang tidak memiliki pintu maupun belum didukung pasokan air bersih yang memadai.

Untuk memastikan penanganannya tepat sasaran, Dinas Pendidikan tengah melakukan pendataan kondisi sanitasi di sekolah-sekolah. Tim teknis juga memetakan fasilitas yang membutuhkan perbaikan segera.

Selain itu, Dinas Pendidikan merancang kolaborasi dengan PDAM untuk membantu mengatasi persoalan pasokan air bersih di lingkungan sekolah.

Pembenahan tersebut menjadi langkah mendasar agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dalam lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.

Tak hanya fokus pada infrastruktur, Evelyn juga mendorong peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran. Sejumlah sekolah telah menerima bantuan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital dari pemerintah pusat.

Menurutnya, bantuan perangkat harus diikuti dengan peningkatan kompetensi guru agar teknologi tersebut benar-benar mendukung proses belajar mengajar.

Karena itu, pelatihan bagi tenaga pendidik dipandang penting supaya perangkat digital dapat digunakan secara optimal dan membuat pembelajaran lebih interaktif.

2027, Pengaduan Pendidikan Disiapkan Berbasis Digital

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah rencana menghadirkan platform pengaduan digital pada 2027.

Platform tersebut dirancang untuk menghubungkan orang tua, guru, siswa, dan Dinas Pendidikan dalam menyampaikan aspirasi maupun laporan terkait persoalan pelayanan pendidikan.

Melalui sistem ini, masyarakat diharapkan memiliki saluran komunikasi yang lebih mudah untuk menyampaikan masalah yang terjadi di lingkungan sekolah. Pengaduan juga diharapkan dapat dipantau tindak lanjutnya sehingga penanganan persoalan pendidikan menjadi lebih responsif dan transparan.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas dalam perbaikan layanan pendidikan.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Minut juga mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Pelantikan Dewan Pendidikan periode 2026–2031 menjadi salah satu langkah untuk memperkuat sinergi dalam mendukung kemajuan sektor pendidikan.

Kolaborasi dengan insan pers, orang tua, pihak sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya juga dinilai penting agar berbagai program tidak berhenti pada perencanaan, tetapi dapat diwujudkan dalam pelayanan yang dirasakan langsung oleh peserta didik.

Melalui pembenahan fasilitas dasar, penguatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, serta rencana pengaduan digital pada 2027, Evelyn berharap pelayanan pendidikan di Minahasa Utara semakin responsif terhadap kebutuhan siswa dan masyarakat.

Langkah-langkah tersebut sekaligus menjadi upaya Dinas Pendidikan Minut menerjemahkan visi pembangunan daerah di sektor pendidikan ke dalam program yang menyentuh kebutuhan nyata di sekolah.

(***/Finda Muhtar)