Depok, VivaSulut – Biro perjalanan ibadah umrah PT Akbar Ghani Wisata (Aghata Tour) menghadirkan warna baru dalam bimbingan spiritual jamaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Melalui program “Manasik Kalbu”, Aghata Tour berupaya melengkapi bimbingan manasik konvensional. Jamaah tidak hanya dipersiapkan secara teknis dalam menjalankan rangkaian ibadah umrah, tetapi juga dibekali kesiapan batin agar dapat menjalankan ibadah secara lebih khusyuk dan bermakna.
Direktur Utama Aghata Tour, Haryanti Sonda, mengatakan perjalanan ke Baitullah merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan secara menyeluruh, baik lahir maupun batin.
“Bagi kami, manasik tidak cukup hanya mengajarkan rukun fisik seperti tata cara tawaf atau sai secara teknis. Ibadah umrah adalah perjalanan rasa dan penyucian jiwa. Melalui program Manasik Kalbu, kami membekali jamaah untuk menata niat dan membersihkan hati sejak dari tanah air. Ketika batinnya siap, insyaallah kekhusyukan dan kemabruran ibadah akan dirasakan seutuhnya,” ujarnya di Depok, Minggu (13/9/2026).
Menurut Haryanti, manasik umrah idealnya tidak berhenti pada hafalan rukun dan tata cara ibadah secara fisik. Melalui Manasik Kalbu, jamaah diajak menata niat, membersihkan hati, serta memahami hakikat penghambaan sehingga setiap prosesi ibadah di Tanah Suci dapat meninggalkan pengalaman spiritual yang mendalam.
Komitmen tersebut, lanjut Haryanti, dipadukan dengan standar pelayanan prima serta penawaran biaya yang tetap kompetitif dan terjangkau.
Inovasi bimbingan berbasis spiritual itu dirasakan langsung oleh 35 jamaah rombongan Umrah Muhasabah yang berangkat pada periode 1–9 September 2026.
Keberangkatan tersebut sekaligus menambah catatan positif Aghata Tour yang telah memfasilitasi lebih dari 250 jamaah sepanjang Januari hingga September 2026.
Salah seorang jamaah asal Kota Bekasi, Zulkarnain Nasution, mengatakan kehadiran Manasik Kalbu memberikan perspektif baru yang belum pernah ia temui dalam perjalanan ibadah sebelumnya.
“Biasanya manasik hanya berfokus pada fikih teknis. Namun, di Aghata melalui Manasik Kalbu, kami diajak memahami cara membangun komunikasi batin yang berkualitas. Ini membuat keberangkatan umrah terasa jauh lebih bermakna,” tutur Zulkarnain.
Senada dengan Zulkarnain, jamaah asal Kediri, Adi Arijantoko, menilai pembekalan batin menjadi salah satu keunggulan Aghata Tour dibandingkan biro perjalanan lainnya. Menurutnya, pembekalan yang menyentuh sisi spiritual sebelum keberangkatan semakin lengkap dengan keramahan pelayanan tim di lapangan sejak hari pertama.
Sementara itu, A. Zamroni, jamaah asal Cikarang, Bekasi, mengaku terkesan dengan komitmen Aghata Tour yang mampu menjawab anggapan bahwa paket umrah dengan biaya terjangkau identik dengan fasilitas dan pelayanan yang terbatas.
Ia mengaku sempat khawatir biaya kompetitif akan berdampak pada minimnya fasilitas. Namun, pengalaman selama perjalanan justru menunjukkan hal sebaliknya.
“Awalnya ada kekhawatiran koper harus dibawa sendiri atau pelayanan terbatas karena harganya di bawah pasar. Namun, sejak pengurusan paspor dan bimbingan Manasik Kalbu oleh ustaz, hati saya sudah tersentuh. Pelayanan sejak kedatangan, makanan, penanganan bagasi, hingga keramahan pembimbing betul-betul melebihi ekspektasi. Semuanya dikoordinasikan dengan sangat cekatan,” ungkap Zamroni.
Melalui konsistensi pelayanan menyeluruh, mulai dari kesiapan logistik, pendampingan yang ramah, hingga penguatan batin melalui Manasik Kalbu, Aghata Tour berkomitmen untuk terus menjadi mitra perjalanan ibadah yang terpercaya bagi masyarakat luas.
(***/rds)











