Palu, VivaSulut – PT PLN (Persero) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan kelistrikan akibat cuaca ekstrem dan aktivitas gempa bumi, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi seperti Kota Palu.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan saat PLN UP3 Palu berhasil memulihkan pasokan listrik di kawasan Pasar Tradisional Inpres Manonda setelah sebuah tiang listrik roboh akibat hujan deras dan guncangan gempa susulan.
Manager PLN UP3 Palu, Ansar, mengatakan penanganan gangguan di wilayah rawan bencana menjadi prioritas utama perusahaan. Setelah menerima laporan, tim langsung melakukan asesmen cepat dan mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan agar pemulihan dapat dilakukan secepat mungkin.
“Selain fokus pada penanganan darurat, kami juga terus melakukan evaluasi dan pemeliharaan preventif terhadap jaringan distribusi yang berada di kawasan rawan pergerakan tanah dan cuaca ekstrem,” kata Ansar.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan keandalan sistem kelistrikan hanya dapat terjaga melalui kesiapan personel dan penerapan prosedur keselamatan kerja secara disiplin.
Menurutnya, meski kondisi alam tidak dapat diprediksi, PLN berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan mengutamakan keselamatan dalam setiap proses penanganan gangguan.
Dalam proses pemulihan di Pasar Inpres Manonda, PLN mengerahkan personel Pelayanan Teknik (Yantek), tim ULP Kamonji, serta tim PDKB yang didukung kendaraan crane dan truk khusus. Berbagai komponen jaringan yang rusak langsung diganti sehingga aliran listrik untuk lebih dari 100 pelanggan kembali normal.
PLN juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan potensi bahaya kelistrikan, seperti tiang miring, kabel putus atau terkelupas, maupun pohon yang menyentuh jaringan listrik melalui aplikasi PLN Mobile.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat penanganan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan keandalan pasokan listrik.
(***)









